Lupakan Era Klasik Guns N Roses

Written By komputer emanbelas on Senin, 17 Desember 2012 | 00.15


Konser Gun N Roses.

Konser Gun N Roses. (sumber: Beritasatu.com/Chairul Fikrie)




Apa yang ditampilkan GNR kali ini adalah unjuk gigi skill musik kelas tinggi.

Pentas rock terbesar di Jakarta memukau ribuan orang di Mata Elang International Stadium (MEIS), Ancol sepanjang Minggu (16/12) siang hingga sore tadi.

Ya, Axl Rose  yang memimpin grup rock Guns N Roses formasi album Chinese Democracy (2008) tampil energik membawakan 20 lagu lebih selama 3 jam meski jadwal sempat ditunda sehari dari Sabtu (15/12) menjadi Minggu (16/12).

Toh, penundaan itu tidak menyurutkan animo pencinta musik rock ke Ancol.

Bagi penggemar formasi klasik Guns N Roses (1985-1993) tentu akan kecewa dengan formasi sekarang.

Formasi era album Appetite for Destruction (1987), GNR Lies (1988), Use Your Illusion I dan II (1991) adalah Axl Rose (vokal), Slash (gitar), Izzy Stradlin (gitar), Duff Mc Kagan (Bass), dan Steven Adler (drum) ditambah dengan Dizzy Reed (keyboard), Matt Sorum (drum), dan Gilby Clarke (gitar).

Formasi 1987-1988 adalah yang terdahsyat karena lagu-lagu mereka seperti Sweet Child O Mine dan Welcome to The Jungle langsung mengharu-biru tangga lagu dunia bersaing dengan Michael Jackson, Madonna, dan U2.

Dari formasi itu tinggal menyisakan Axl Rose dan Dizzy Reed.

Konser di Ancol, tentu tidak ada lagi keliaran ulah para personel GNR.

Lupakan petikan maut ala Slash maupun kocokan blues dari Izzy Stradlin.

Gaya Slash dgn topi tinggi khasnya dengan rokok di bibir maupun di fret gitar tidak ada lagi.

Jangan bayangkan tebaran botol wiski Jack Daniel maupun bir di atas panggung.

Pun sumpah serapah dari mulut Axl maupun Slash atau Duff Mc Kagan tidak terdengar lagi.

No controversy, no bad attitude.

Apa yang ditampilkan GNR kali ini adalah unjuk gigi skill musik kelas tinggi, profesionalitas, passion musik yang terus membara di para personel beraliran hard rock ini.

GNR tampil begitu steril, dan entertaining. Semua personel begitu menikmati permainan mereka dan mencurahkan energi mereka buat penonton.

Sampai-sampai Bumblefoot menyajikan nada Indonesia Raya lewat gitarnya yang disusul dengan karaoke massal oleh penonton.

Tadi, muncul Axl Rose memakai topi dan jaket kulit hitam menggempur pencinta rock di Ancol dengan Chinese Democracy, disusul lagu anthemic mereka Welcome to The Jungle.

Sontak, penonton yang rata-rata berumur 15 hingga 25 di era kejayaan GNR berjingkrakan.

Begitu GNR menampilkan lagu era album Chinese Democracy yang dibuat selama 15 tahun itu, seperti Better, This I Love, respons penonton melunak.

Mayoritas pencinta GNR di Indonesia memang tumbuh di era kejayaan album Appetite maupun Use Your Illusion.

Tampil lengkap dengan formasi Ron Bumblefoot Thal (lead gitar) DJ Asha (gitar), Tommy Stinson (bass), Richard Fortus (gitar), Dizzy Reed (keyboard/perkusi), Chris Pitman (keyboard), dan Frank Ferrer (drum)

Axl sampai 5 kali ganti kostum topi, jas maupun kaos tanpa melepas kacamatanya.  Ini mengingatkan pada sosok Elton John dengan kacamata dan topinya.

Musikus pop rock Inggris Elton John adalah salah satu idola Axl selain Queen.

Bagi para die hard Slash maun GNR era klasik penampilan energik dan stylish personel GNR di luar Axl bisa jadi dianggap peniru saja.

Sosok DJ Ashba mengingatkan fans GNR atas sosok Slash dengan topi tingginya, bedanya ia tidak berambul gimbal saja.

Gaya dan sosok Richard Fortus sekilas sama dengan mantan gitaris Izzy Stradlin.

Anda sedang membaca artikel tentang

Lupakan Era Klasik Guns N Roses

Dengan url

http://thatendangerdiets.blogspot.com/2012/12/lupakan-era-klasik-guns-n-roses.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Lupakan Era Klasik Guns N Roses

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Lupakan Era Klasik Guns N Roses

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger