Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Tampilkan postingan dengan label Business. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Business. Tampilkan semua postingan

BI Yakin Nilai Tukar Rupiah Membaik

Written By komputer emanbelas on Senin, 30 September 2013 | 00.02






JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah sudah menguat beberapa hari belakangan. Data per hari ini, nilai tukar berada di posisi Rp 9.929. Bank Indonesia (BI) yakin, rupiah terus akan menguat seiring dengan perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS).

"Meski ketidakpastian global masih tinggi, namun diperkirakan tekanan pada nilai tukar akan berkurang seiring dengan perbaikan ekonomi AS," jelas Direktur Departemen Komunikasi, Peter Jacobs, Jumat, (28/6/2013).

BI berharap, tingkat ekspor akan meningkat seiring perbaikan di negeri Paman Sam. Namun, untuk sementara ini, memang tekanan terhadap rupiah masih ada.

Oleh sebab itu, BI akan mementingkan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar, moneter, dan makro ekonomi nasional. Namun, BI tidak akan menetapkan angka nilai tukar rupiah untuk bertahan di level nominal tertentu.

BI pun akan mengorbankan cadangan devisa untuk menjaga posisi nilai tukar. Peter bilang, BI tak akan menetapkan angka psikologis cadangan devisa sebesar US$ 100 miliar. Namun ia mengaku tak tahu berapa posisi cadev akhir bulan ini. Pada Mei kemarin, cadev Indonesia sudah menurun ke posisi US$ 105,149 miliar dari sebelumnya US$ 107,269 miliar di bulan April.

Menurut BI, posisi cadev saat ini masih cukup untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. "Karena jauh di atas kebutuhan standar internasional," sebut Peter.

Kemudian, bank sentral ini melihat adanya total outflow yang terjadi sebagai uang panas. Ini pun menurutnya lazim, melihat situasi perekonomian yang tidak pasti. Peter menyatakan posisi outflow sekarang cenderung menurun dan membuat nilai tukar Rupiah relatif stabil.

Untuk itu, BI juga berusaha untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas di pasar. Terlebih, adanya peningkatan kebutuhan valas untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi keuntungan korporasi. Peningkatan ini umum terjadi di periode akhir bulan dan akhir semester.(Annisa Aninditya Wibawa)




Editor : Bambang Priyo Jatmiko













00.02 | 0 komentar | Read More

BI Yakin Nilai Tukar Rupiah Membaik

Written By komputer emanbelas on Senin, 23 September 2013 | 00.02






JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah sudah menguat beberapa hari belakangan. Data per hari ini, nilai tukar berada di posisi Rp 9.929. Bank Indonesia (BI) yakin, rupiah terus akan menguat seiring dengan perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS).

"Meski ketidakpastian global masih tinggi, namun diperkirakan tekanan pada nilai tukar akan berkurang seiring dengan perbaikan ekonomi AS," jelas Direktur Departemen Komunikasi, Peter Jacobs, Jumat, (28/6/2013).

BI berharap, tingkat ekspor akan meningkat seiring perbaikan di negeri Paman Sam. Namun, untuk sementara ini, memang tekanan terhadap rupiah masih ada.

Oleh sebab itu, BI akan mementingkan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar, moneter, dan makro ekonomi nasional. Namun, BI tidak akan menetapkan angka nilai tukar rupiah untuk bertahan di level nominal tertentu.

BI pun akan mengorbankan cadangan devisa untuk menjaga posisi nilai tukar. Peter bilang, BI tak akan menetapkan angka psikologis cadangan devisa sebesar US$ 100 miliar. Namun ia mengaku tak tahu berapa posisi cadev akhir bulan ini. Pada Mei kemarin, cadev Indonesia sudah menurun ke posisi US$ 105,149 miliar dari sebelumnya US$ 107,269 miliar di bulan April.

Menurut BI, posisi cadev saat ini masih cukup untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. "Karena jauh di atas kebutuhan standar internasional," sebut Peter.

Kemudian, bank sentral ini melihat adanya total outflow yang terjadi sebagai uang panas. Ini pun menurutnya lazim, melihat situasi perekonomian yang tidak pasti. Peter menyatakan posisi outflow sekarang cenderung menurun dan membuat nilai tukar Rupiah relatif stabil.

Untuk itu, BI juga berusaha untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas di pasar. Terlebih, adanya peningkatan kebutuhan valas untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi keuntungan korporasi. Peningkatan ini umum terjadi di periode akhir bulan dan akhir semester.(Annisa Aninditya Wibawa)




Editor : Bambang Priyo Jatmiko













00.02 | 0 komentar | Read More

BI Yakin Nilai Tukar Rupiah Membaik

Written By komputer emanbelas on Senin, 16 September 2013 | 00.02






JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah sudah menguat beberapa hari belakangan. Data per hari ini, nilai tukar berada di posisi Rp 9.929. Bank Indonesia (BI) yakin, rupiah terus akan menguat seiring dengan perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS).

"Meski ketidakpastian global masih tinggi, namun diperkirakan tekanan pada nilai tukar akan berkurang seiring dengan perbaikan ekonomi AS," jelas Direktur Departemen Komunikasi, Peter Jacobs, Jumat, (28/6/2013).

BI berharap, tingkat ekspor akan meningkat seiring perbaikan di negeri Paman Sam. Namun, untuk sementara ini, memang tekanan terhadap rupiah masih ada.

Oleh sebab itu, BI akan mementingkan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar, moneter, dan makro ekonomi nasional. Namun, BI tidak akan menetapkan angka nilai tukar rupiah untuk bertahan di level nominal tertentu.

BI pun akan mengorbankan cadangan devisa untuk menjaga posisi nilai tukar. Peter bilang, BI tak akan menetapkan angka psikologis cadangan devisa sebesar US$ 100 miliar. Namun ia mengaku tak tahu berapa posisi cadev akhir bulan ini. Pada Mei kemarin, cadev Indonesia sudah menurun ke posisi US$ 105,149 miliar dari sebelumnya US$ 107,269 miliar di bulan April.

Menurut BI, posisi cadev saat ini masih cukup untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. "Karena jauh di atas kebutuhan standar internasional," sebut Peter.

Kemudian, bank sentral ini melihat adanya total outflow yang terjadi sebagai uang panas. Ini pun menurutnya lazim, melihat situasi perekonomian yang tidak pasti. Peter menyatakan posisi outflow sekarang cenderung menurun dan membuat nilai tukar Rupiah relatif stabil.

Untuk itu, BI juga berusaha untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas di pasar. Terlebih, adanya peningkatan kebutuhan valas untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi keuntungan korporasi. Peningkatan ini umum terjadi di periode akhir bulan dan akhir semester.(Annisa Aninditya Wibawa)




Editor : Bambang Priyo Jatmiko













00.02 | 0 komentar | Read More

BI Yakin Nilai Tukar Rupiah Membaik

Written By komputer emanbelas on Senin, 09 September 2013 | 00.02






JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah sudah menguat beberapa hari belakangan. Data per hari ini, nilai tukar berada di posisi Rp 9.929. Bank Indonesia (BI) yakin, rupiah terus akan menguat seiring dengan perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS).

"Meski ketidakpastian global masih tinggi, namun diperkirakan tekanan pada nilai tukar akan berkurang seiring dengan perbaikan ekonomi AS," jelas Direktur Departemen Komunikasi, Peter Jacobs, Jumat, (28/6/2013).

BI berharap, tingkat ekspor akan meningkat seiring perbaikan di negeri Paman Sam. Namun, untuk sementara ini, memang tekanan terhadap rupiah masih ada.

Oleh sebab itu, BI akan mementingkan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar, moneter, dan makro ekonomi nasional. Namun, BI tidak akan menetapkan angka nilai tukar rupiah untuk bertahan di level nominal tertentu.

BI pun akan mengorbankan cadangan devisa untuk menjaga posisi nilai tukar. Peter bilang, BI tak akan menetapkan angka psikologis cadangan devisa sebesar US$ 100 miliar. Namun ia mengaku tak tahu berapa posisi cadev akhir bulan ini. Pada Mei kemarin, cadev Indonesia sudah menurun ke posisi US$ 105,149 miliar dari sebelumnya US$ 107,269 miliar di bulan April.

Menurut BI, posisi cadev saat ini masih cukup untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. "Karena jauh di atas kebutuhan standar internasional," sebut Peter.

Kemudian, bank sentral ini melihat adanya total outflow yang terjadi sebagai uang panas. Ini pun menurutnya lazim, melihat situasi perekonomian yang tidak pasti. Peter menyatakan posisi outflow sekarang cenderung menurun dan membuat nilai tukar Rupiah relatif stabil.

Untuk itu, BI juga berusaha untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas di pasar. Terlebih, adanya peningkatan kebutuhan valas untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi keuntungan korporasi. Peningkatan ini umum terjadi di periode akhir bulan dan akhir semester.(Annisa Aninditya Wibawa)




Editor : Bambang Priyo Jatmiko













00.02 | 0 komentar | Read More

BI Yakin Nilai Tukar Rupiah Membaik

Written By komputer emanbelas on Senin, 26 Agustus 2013 | 00.02






JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah sudah menguat beberapa hari belakangan. Data per hari ini, nilai tukar berada di posisi Rp 9.929. Bank Indonesia (BI) yakin, rupiah terus akan menguat seiring dengan perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS).

"Meski ketidakpastian global masih tinggi, namun diperkirakan tekanan pada nilai tukar akan berkurang seiring dengan perbaikan ekonomi AS," jelas Direktur Departemen Komunikasi, Peter Jacobs, Jumat, (28/6/2013).

BI berharap, tingkat ekspor akan meningkat seiring perbaikan di negeri Paman Sam. Namun, untuk sementara ini, memang tekanan terhadap rupiah masih ada.

Oleh sebab itu, BI akan mementingkan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar, moneter, dan makro ekonomi nasional. Namun, BI tidak akan menetapkan angka nilai tukar rupiah untuk bertahan di level nominal tertentu.

BI pun akan mengorbankan cadangan devisa untuk menjaga posisi nilai tukar. Peter bilang, BI tak akan menetapkan angka psikologis cadangan devisa sebesar US$ 100 miliar. Namun ia mengaku tak tahu berapa posisi cadev akhir bulan ini. Pada Mei kemarin, cadev Indonesia sudah menurun ke posisi US$ 105,149 miliar dari sebelumnya US$ 107,269 miliar di bulan April.

Menurut BI, posisi cadev saat ini masih cukup untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. "Karena jauh di atas kebutuhan standar internasional," sebut Peter.

Kemudian, bank sentral ini melihat adanya total outflow yang terjadi sebagai uang panas. Ini pun menurutnya lazim, melihat situasi perekonomian yang tidak pasti. Peter menyatakan posisi outflow sekarang cenderung menurun dan membuat nilai tukar Rupiah relatif stabil.

Untuk itu, BI juga berusaha untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas di pasar. Terlebih, adanya peningkatan kebutuhan valas untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi keuntungan korporasi. Peningkatan ini umum terjadi di periode akhir bulan dan akhir semester.(Annisa Aninditya Wibawa)




Editor : Bambang Priyo Jatmiko













00.02 | 0 komentar | Read More

BI Yakin Nilai Tukar Rupiah Membaik

Written By komputer emanbelas on Senin, 12 Agustus 2013 | 00.02






JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah sudah menguat beberapa hari belakangan. Data per hari ini, nilai tukar berada di posisi Rp 9.929. Bank Indonesia (BI) yakin, rupiah terus akan menguat seiring dengan perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS).

"Meski ketidakpastian global masih tinggi, namun diperkirakan tekanan pada nilai tukar akan berkurang seiring dengan perbaikan ekonomi AS," jelas Direktur Departemen Komunikasi, Peter Jacobs, Jumat, (28/6/2013).

BI berharap, tingkat ekspor akan meningkat seiring perbaikan di negeri Paman Sam. Namun, untuk sementara ini, memang tekanan terhadap rupiah masih ada.

Oleh sebab itu, BI akan mementingkan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar, moneter, dan makro ekonomi nasional. Namun, BI tidak akan menetapkan angka nilai tukar rupiah untuk bertahan di level nominal tertentu.

BI pun akan mengorbankan cadangan devisa untuk menjaga posisi nilai tukar. Peter bilang, BI tak akan menetapkan angka psikologis cadangan devisa sebesar US$ 100 miliar. Namun ia mengaku tak tahu berapa posisi cadev akhir bulan ini. Pada Mei kemarin, cadev Indonesia sudah menurun ke posisi US$ 105,149 miliar dari sebelumnya US$ 107,269 miliar di bulan April.

Menurut BI, posisi cadev saat ini masih cukup untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. "Karena jauh di atas kebutuhan standar internasional," sebut Peter.

Kemudian, bank sentral ini melihat adanya total outflow yang terjadi sebagai uang panas. Ini pun menurutnya lazim, melihat situasi perekonomian yang tidak pasti. Peter menyatakan posisi outflow sekarang cenderung menurun dan membuat nilai tukar Rupiah relatif stabil.

Untuk itu, BI juga berusaha untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas di pasar. Terlebih, adanya peningkatan kebutuhan valas untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi keuntungan korporasi. Peningkatan ini umum terjadi di periode akhir bulan dan akhir semester.(Annisa Aninditya Wibawa)




Editor : Bambang Priyo Jatmiko













00.02 | 0 komentar | Read More

BI Yakin Nilai Tukar Rupiah Membaik

Written By komputer emanbelas on Senin, 05 Agustus 2013 | 00.02






JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah sudah menguat beberapa hari belakangan. Data per hari ini, nilai tukar berada di posisi Rp 9.929. Bank Indonesia (BI) yakin, rupiah terus akan menguat seiring dengan perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS).

"Meski ketidakpastian global masih tinggi, namun diperkirakan tekanan pada nilai tukar akan berkurang seiring dengan perbaikan ekonomi AS," jelas Direktur Departemen Komunikasi, Peter Jacobs, Jumat, (28/6/2013).

BI berharap, tingkat ekspor akan meningkat seiring perbaikan di negeri Paman Sam. Namun, untuk sementara ini, memang tekanan terhadap rupiah masih ada.

Oleh sebab itu, BI akan mementingkan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar, moneter, dan makro ekonomi nasional. Namun, BI tidak akan menetapkan angka nilai tukar rupiah untuk bertahan di level nominal tertentu.

BI pun akan mengorbankan cadangan devisa untuk menjaga posisi nilai tukar. Peter bilang, BI tak akan menetapkan angka psikologis cadangan devisa sebesar US$ 100 miliar. Namun ia mengaku tak tahu berapa posisi cadev akhir bulan ini. Pada Mei kemarin, cadev Indonesia sudah menurun ke posisi US$ 105,149 miliar dari sebelumnya US$ 107,269 miliar di bulan April.

Menurut BI, posisi cadev saat ini masih cukup untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. "Karena jauh di atas kebutuhan standar internasional," sebut Peter.

Kemudian, bank sentral ini melihat adanya total outflow yang terjadi sebagai uang panas. Ini pun menurutnya lazim, melihat situasi perekonomian yang tidak pasti. Peter menyatakan posisi outflow sekarang cenderung menurun dan membuat nilai tukar Rupiah relatif stabil.

Untuk itu, BI juga berusaha untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas di pasar. Terlebih, adanya peningkatan kebutuhan valas untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi keuntungan korporasi. Peningkatan ini umum terjadi di periode akhir bulan dan akhir semester.(Annisa Aninditya Wibawa)




Editor : Bambang Priyo Jatmiko













00.02 | 0 komentar | Read More

Pasha Lega, Ibu Mertua Kecewa

Written By komputer emanbelas on Senin, 29 Juli 2013 | 00.02


BOGOR, KOMPAS.com — Vokalis grup band Ungu, Sigit Purnomo alias Pasha, menyambut hangat upaya mediasi dengan Okky Agustina yang dilakukan oleh Ketua Majelis Hakim Wedhayati SH dalam persidangan di Pengadilan Negeri Bogor, Jawa Barat, Selasa (5/1/2010).


"Saya juga sebelumnya sudah meminta maaf sama Okky. Alhamdulillah, ternyata sekarang hakim sendiri yang memediasi," ujar Pasha saat ditemui seusai sidang.


Pasha pun mengaku sedikit lega. "Alhamdulillah sekarang sudah saling memaafkan masing-masing. Meski sidang belum tentu selesai," ujarnya.


Sementara itu, Sri Mulyanti, ibunda Okky, justru mengaku kecewa dengan mantan menantunya itu. "Sejak cerai, Pasha mana pernah minta maaf kepada Okky. Bahkan kemarin dia jemput anak-anak, dia cium tangan tapi tidak ada kata-kata meminta maaf kepada saya," imbuh Sri.


Menurut Sri, pelantun "Cinta Gila" itu termasuk pria yang alot untuk mengucapkan kata maaf. "Pasha itu orangnya susah minta maaf. Saya penginnya dia minta maaf dari hatinya sendiri enggak disuruh orang," tandas Sri.


Menurut Sri, pria yang diduga melakukan tindak kekerasan terhadap putrinya itu pernah meminta maaf ketika kepergok berselingkuh. "Dia pernah meminta maaf sama saya, sampai dia cium kaki saya karena dia ketahuan selingkuh dua kali. Pertama dengan pramugari dan yang kedua semuanya sudah tahu kan pas Okky cerai," tegasnya.


Meski begitu, Sri tetap tak menaruh dendam pada pria yang memberikannya tiga orang cucu. "Saya tidak dendam, saya hanya kasihan sama dia karena dia gengsinya tinggi," pungkas Sri. (C7-09)


00.02 | 0 komentar | Read More

Pasha Lega, Ibu Mertua Kecewa

Written By komputer emanbelas on Senin, 22 Juli 2013 | 00.02


BOGOR, KOMPAS.com — Vokalis grup band Ungu, Sigit Purnomo alias Pasha, menyambut hangat upaya mediasi dengan Okky Agustina yang dilakukan oleh Ketua Majelis Hakim Wedhayati SH dalam persidangan di Pengadilan Negeri Bogor, Jawa Barat, Selasa (5/1/2010).


"Saya juga sebelumnya sudah meminta maaf sama Okky. Alhamdulillah, ternyata sekarang hakim sendiri yang memediasi," ujar Pasha saat ditemui seusai sidang.


Pasha pun mengaku sedikit lega. "Alhamdulillah sekarang sudah saling memaafkan masing-masing. Meski sidang belum tentu selesai," ujarnya.


Sementara itu, Sri Mulyanti, ibunda Okky, justru mengaku kecewa dengan mantan menantunya itu. "Sejak cerai, Pasha mana pernah minta maaf kepada Okky. Bahkan kemarin dia jemput anak-anak, dia cium tangan tapi tidak ada kata-kata meminta maaf kepada saya," imbuh Sri.


Menurut Sri, pelantun "Cinta Gila" itu termasuk pria yang alot untuk mengucapkan kata maaf. "Pasha itu orangnya susah minta maaf. Saya penginnya dia minta maaf dari hatinya sendiri enggak disuruh orang," tandas Sri.


Menurut Sri, pria yang diduga melakukan tindak kekerasan terhadap putrinya itu pernah meminta maaf ketika kepergok berselingkuh. "Dia pernah meminta maaf sama saya, sampai dia cium kaki saya karena dia ketahuan selingkuh dua kali. Pertama dengan pramugari dan yang kedua semuanya sudah tahu kan pas Okky cerai," tegasnya.


Meski begitu, Sri tetap tak menaruh dendam pada pria yang memberikannya tiga orang cucu. "Saya tidak dendam, saya hanya kasihan sama dia karena dia gengsinya tinggi," pungkas Sri. (C7-09)


00.02 | 0 komentar | Read More

Pasha Lega, Ibu Mertua Kecewa

Written By komputer emanbelas on Senin, 08 Juli 2013 | 00.02


BOGOR, KOMPAS.com — Vokalis grup band Ungu, Sigit Purnomo alias Pasha, menyambut hangat upaya mediasi dengan Okky Agustina yang dilakukan oleh Ketua Majelis Hakim Wedhayati SH dalam persidangan di Pengadilan Negeri Bogor, Jawa Barat, Selasa (5/1/2010).


"Saya juga sebelumnya sudah meminta maaf sama Okky. Alhamdulillah, ternyata sekarang hakim sendiri yang memediasi," ujar Pasha saat ditemui seusai sidang.


Pasha pun mengaku sedikit lega. "Alhamdulillah sekarang sudah saling memaafkan masing-masing. Meski sidang belum tentu selesai," ujarnya.


Sementara itu, Sri Mulyanti, ibunda Okky, justru mengaku kecewa dengan mantan menantunya itu. "Sejak cerai, Pasha mana pernah minta maaf kepada Okky. Bahkan kemarin dia jemput anak-anak, dia cium tangan tapi tidak ada kata-kata meminta maaf kepada saya," imbuh Sri.


Menurut Sri, pelantun "Cinta Gila" itu termasuk pria yang alot untuk mengucapkan kata maaf. "Pasha itu orangnya susah minta maaf. Saya penginnya dia minta maaf dari hatinya sendiri enggak disuruh orang," tandas Sri.


Menurut Sri, pria yang diduga melakukan tindak kekerasan terhadap putrinya itu pernah meminta maaf ketika kepergok berselingkuh. "Dia pernah meminta maaf sama saya, sampai dia cium kaki saya karena dia ketahuan selingkuh dua kali. Pertama dengan pramugari dan yang kedua semuanya sudah tahu kan pas Okky cerai," tegasnya.


Meski begitu, Sri tetap tak menaruh dendam pada pria yang memberikannya tiga orang cucu. "Saya tidak dendam, saya hanya kasihan sama dia karena dia gengsinya tinggi," pungkas Sri. (C7-09)


00.02 | 0 komentar | Read More

Pasha Lega, Ibu Mertua Kecewa

Written By komputer emanbelas on Senin, 01 Juli 2013 | 00.02


BOGOR, KOMPAS.com — Vokalis grup band Ungu, Sigit Purnomo alias Pasha, menyambut hangat upaya mediasi dengan Okky Agustina yang dilakukan oleh Ketua Majelis Hakim Wedhayati SH dalam persidangan di Pengadilan Negeri Bogor, Jawa Barat, Selasa (5/1/2010).


"Saya juga sebelumnya sudah meminta maaf sama Okky. Alhamdulillah, ternyata sekarang hakim sendiri yang memediasi," ujar Pasha saat ditemui seusai sidang.


Pasha pun mengaku sedikit lega. "Alhamdulillah sekarang sudah saling memaafkan masing-masing. Meski sidang belum tentu selesai," ujarnya.


Sementara itu, Sri Mulyanti, ibunda Okky, justru mengaku kecewa dengan mantan menantunya itu. "Sejak cerai, Pasha mana pernah minta maaf kepada Okky. Bahkan kemarin dia jemput anak-anak, dia cium tangan tapi tidak ada kata-kata meminta maaf kepada saya," imbuh Sri.


Menurut Sri, pelantun "Cinta Gila" itu termasuk pria yang alot untuk mengucapkan kata maaf. "Pasha itu orangnya susah minta maaf. Saya penginnya dia minta maaf dari hatinya sendiri enggak disuruh orang," tandas Sri.


Menurut Sri, pria yang diduga melakukan tindak kekerasan terhadap putrinya itu pernah meminta maaf ketika kepergok berselingkuh. "Dia pernah meminta maaf sama saya, sampai dia cium kaki saya karena dia ketahuan selingkuh dua kali. Pertama dengan pramugari dan yang kedua semuanya sudah tahu kan pas Okky cerai," tegasnya.


Meski begitu, Sri tetap tak menaruh dendam pada pria yang memberikannya tiga orang cucu. "Saya tidak dendam, saya hanya kasihan sama dia karena dia gengsinya tinggi," pungkas Sri. (C7-09)


00.02 | 0 komentar | Read More

Pasha Lega, Ibu Mertua Kecewa

Written By komputer emanbelas on Senin, 24 Juni 2013 | 00.02


BOGOR, KOMPAS.com — Vokalis grup band Ungu, Sigit Purnomo alias Pasha, menyambut hangat upaya mediasi dengan Okky Agustina yang dilakukan oleh Ketua Majelis Hakim Wedhayati SH dalam persidangan di Pengadilan Negeri Bogor, Jawa Barat, Selasa (5/1/2010).


"Saya juga sebelumnya sudah meminta maaf sama Okky. Alhamdulillah, ternyata sekarang hakim sendiri yang memediasi," ujar Pasha saat ditemui seusai sidang.


Pasha pun mengaku sedikit lega. "Alhamdulillah sekarang sudah saling memaafkan masing-masing. Meski sidang belum tentu selesai," ujarnya.


Sementara itu, Sri Mulyanti, ibunda Okky, justru mengaku kecewa dengan mantan menantunya itu. "Sejak cerai, Pasha mana pernah minta maaf kepada Okky. Bahkan kemarin dia jemput anak-anak, dia cium tangan tapi tidak ada kata-kata meminta maaf kepada saya," imbuh Sri.


Menurut Sri, pelantun "Cinta Gila" itu termasuk pria yang alot untuk mengucapkan kata maaf. "Pasha itu orangnya susah minta maaf. Saya penginnya dia minta maaf dari hatinya sendiri enggak disuruh orang," tandas Sri.


Menurut Sri, pria yang diduga melakukan tindak kekerasan terhadap putrinya itu pernah meminta maaf ketika kepergok berselingkuh. "Dia pernah meminta maaf sama saya, sampai dia cium kaki saya karena dia ketahuan selingkuh dua kali. Pertama dengan pramugari dan yang kedua semuanya sudah tahu kan pas Okky cerai," tegasnya.


Meski begitu, Sri tetap tak menaruh dendam pada pria yang memberikannya tiga orang cucu. "Saya tidak dendam, saya hanya kasihan sama dia karena dia gengsinya tinggi," pungkas Sri. (C7-09)


00.02 | 0 komentar | Read More

Cara Mengendarai Mobil A/T yang Benar

Written By komputer emanbelas on Senin, 29 April 2013 | 00.02


KOMPAS.com - Mobil bertransmisi otomatis (automatic transmissions-A/T) sudah menjadi kebutuhan. Apalagi di kota besar seperti Jakarta, yang sering macet. Selain karena lebih nyaman, mengendarai mobil A/T tak jarang membuat pengendara lebih sabar menghadapi tekanan psikologis akibat diterpa kemacetan.


Meski memberi kenyamanan, belum banyak pengguna mobil bertransmisi otomatis yang paham bagaimana mengemudikan mobil A/T secara benar, agar kinerja mobil bisa optimal. Dan, kenyamanan benar-benar bisa dirasakan.


Tulisan ini khusus membahas cara mengemudikan mobil A/T sistem "konvensional" dengan empat tingkat kecepatan. Disebut "konvensional" karena aplikasi teknologinya sederhana, tidak begitu kompleks. Belum dilengkapi moda sport/power. Sensasi berkendaranya pun, tidak berbeda jauh dengan mobil bertransmisi manual.


Bedanya hanya soal berpindahan kecepatan yang berlangsung otomatis, tanpa perlu menekan pedal kopling. Pilihan moda pengoperasiannya hanya P, R, N, D, D-3 atau 3 (OD), 2, dan L.


Berikut cara pengoperasiannya:


1. P (park/parkir). Pada saat tuas transmisi otomatis berada/digeser ke posisi P, memungkinkan mesin mobil dihidupkan (run) tanpa mobil berjalan karena sistem pengunci parkir bekerja (parking lock assembly).


Pada posisi P ini, tekanan oli yang terbangun dalam transmisi, akan langsung dikembalikan ke bak penampungan. Belum bekerja menggerakkan serangkaian alat kontrol penggerak transmisi (control devices). Produsen transmisi otomatis mempertimbangkan berbagai aspek keselamatan pengendara. Misalnya, mesin mobil hanya bisa dihidupkan saat tuas ada di posisi P atau N (neutral).


Bayangkan apa jadinya, bila di semua pilihan moda transmisi, mesin mobil bisa dihidupkan. Begitu mobil distarter, langsung jalan. Sangat berbahaya. Untuk lebih aman, pada saat parkir, pastikan tuas transmisi ada di posisi P, menghindari mobil meluncur sendiri, tanpa dikehendaki.


2. R (reverse/mundur). Memungkinkan mobil berjalan mundur. Kebanyakan mobil A/T, akan terasa entakan ketika kita menggeser tuas transmisi dari posisi P ke R. Ini akibat terjadi peningkatan tekanan oli dalam sistem hidrolis dalam ruang transmisi. Peningkatan tekanan oli ini, atau yang dikenal dengan istilah booster, bertujuan meningkatkan daya cengkeram-mekanik pelat kopling dengan pelat baja dalam sistem transmisi otomatis. Tujuannya untuk menghindari slip kopling saat terjadi perpindahan torsi dari mesin ke roda penggerak.


3. N (neutral/netral). Pada saat tuas transmisi otomatis digeser ke posisi N, memungkinkan mesin mobil hidup tanpa mobil bisa berjalan. Biasanya, posisi N dipilih pada saat pengendara ingin mobil berhenti sejenak. Misalnya pada saat lampu lalu lintas menyala merah. Selain menghemat kampas rem dan kampas kopling/pelat baja, menggeser tuas ke posisi N lebih aman, mencegah mobil nyelonong tanpa dikehendaki. Posisi N juga bisa dipilih saat mobil parkir paralel. Sama saat tuas di posisi P, pada saat di posisi N, umumnya mesin mobil bisa dihidupkan.


4. D (drive). Tuas transmisi di posisi D, memungkinkan mobil berjalan/melaju dengan perpindahan kecepatan berlangsung secara otomatis, mulai dari gear 1st umumnya sampai gear 3rd (gear 3rd dengan rasio gear 1 : 1). Perpindahan kecepatan secara otomatis tanpa harus menginjak pedal kopling, layaknya mobil bertrasnamisi manual.


Pada saat tuas di posisi D, perpindahan kecepatan-otomatis akan terjadi hanya dengan menekan pedal gas. Perpindahan kecepatan terjadi seiring peningkatan kecepatan mobil yang dimonitor oleh sensor kecepatan mobil (vehicle speed sensor/VSS). Posisi tuas di D, memungkinkan kendaraan berakselerasi.


Caranya tinggal menekan pedal gas lebih dalam. Maka secara otomatis rasio gear akan turun satu tingkat. Bila semula gear rasio ada di posisi 4th, turun ke 3rd, dari 3rd turun ke 2nd, dan dari 2nd turun ke 1st. Akselerasi diperlukan saat hendak mendahului kendaraan lain atau saat akan memacu mobil lebih cepat.


Pada saat pedal gas ditekan, tegangan listrik yang diatur throttle position sensor (TPS) memberi sinyal ke sistem elektronik transmisi otomatis (transmission control unit/TCU atau powertrain control module/PCM) untuk mengalihkan tekanan oli ke posisi gear yang lebih rendah, sehingga akselerasi terjadi.


Rasio gear akan kembali meningkat, ketika laju kendaraan seperti yang dimonitor VSS mencapai kecepatan tertentu. Setiap kendaraan, rasionya berbeda-beda, diatur secara terkomputerisasi oleh TCU/PCM.


5. D-3 atau overdrive/OD. Banyak pengemudi mobil transmisi otomatis yang belum paham fungsi moda yang satu ini. Padahal, fungsinya sederhana. Pada saat tuas transmisi digeser ke posisi D-3, atau pada beberapa jenis mobil, saat tombol OD yang ada di tuas transmisi diaktifkan, memungkinkan terjadi perpindahan rasio gear dari 1st ke OD, sehingga hemat bahan bakar dan mengurangi emisi gas buang.


Posisi gear D-3 atau OD, juga memungkinkan membatasi perpindahan percepatan mobil maksimum pada gear 3rd. Umumnya moda D-3 atau OD terasa fungsinya ketika mobil melaju dengan kecepatan di atas 60 kilometer per jam.


Coba saja, geser tuas transmisi ke posisi D lalu injak pedal gas sampai mobil melaju dengan kecepatan di atas 60 km per jam. Ketika sampai di kecepatan kisaran 60 km per jam, umumnya tingkat percepatan mobil mencapai 4th. Tekan tombol OD atau geser tuas ke D-3. Maka, gear rasio akan langsung turun ke posisi 3rd, dan tertahan di 3rd (tidak mau kembali secara otomatis ke 4th), sekalipun pedal gas diinjak lebih dalam.


Moda D-3 atau OD sangat membantu saat kita hendak berakselerasi tanpa harus menginjak pedal gas lebih dalam, atau saat akan menyalip kendaraan lain. Tapi jangan lupa, setelah mobil lain terlampaui, geser kembali tuas ke posisi D atau non aktifkan kembali tombol OD.


Ada yang kerap bertanya, bagaimana sistem pengamanan dalam mobil transmisi otomatis? Bagaimana jadinya, kalau tanpa sengaja tuas transmisi yang semula di D, kesenggol dan geser ke N atau bahkan R? Jangan khawatir, produsen transmisi otomatis sudah mempertimbangkan itu.


Kalau tuas geser ke posisi yang tidak dikehendaki, maka sistem komputer transmisi otomatis mobil yang dikendalikan TCU/PCM secara otomatis akan mengeset sistem dalam moda N atau netral. Sistem dirancang untuk mencegah kehancuran transmisi otomatis.


6. Intermediate (2 atau D-2). Posisi tuas di 2, memungkinkan mencegah beroperasinya kecepatan atau gear yang lebih tinggi. Dengan kata lain, ketika tuas digeser ke 2, transmisi akan bekerja secara otomatis pada gear 1st dan 2st, serta membatasi perpindahan ke gear 3rd.


Selain itu juga secara mekanis mengaktifkan compression breaking atau yang pada mobil manual acap kali disebut engine breaking. Fungsinya, saat mobil melaju diturunan, transmisi otomatis akan membantu menahan laju mobil. Harap diingat, setelah melintasi jalan normal, geser kembali tuas ke D.


Pengaktifan compression breaking yang terlalu lama, membuat oli transmisi dan transmisi cepat panas. Oli transmisi juga cepat kotor, sehingga usia pakai oli lebih singkat. Karena membatasi gear maksimum di posisi 2nd, maka sangat membantu mobil saat melaju di tanjakan yang cukup tajam dan panjang. Bisa menahan torsi mesin pada tingkat yang diinginkan.


7. L (low). Tidak jauh berbeda dengan 2, moda L bekerja untuk membatasi tingkat kecepatan kendaraan pada gear 1st. Karena bertahan di gear 1st, maka sangat efektif digunakan pada saat mobil melintasi tanjakan atau turunan terjal. Karena mobil cukup tenaganya, memungkinkan melintas di medan yang sulit sekalipun. Bila jalanan normal, jangan lupas geser lagi tuas ke D.


Memahami cara kerja dan penggunaan transmisi otomatis secara benar tidak saja mengemudikan mobil bertransmisi otomatis menjadi lebih nyaman, tetapi juga hemat bahan bakar. Selamat mencoba!












00.02 | 0 komentar | Read More

Titian Karir Terpadu ITB Hadirkan 60 Perusahaan Pencari Kerja

Written By komputer emanbelas on Senin, 22 April 2013 | 00.02


KOMPAS.com - ITB Career Center kembali menggelar Titian Karir Terpadu ITB atau ITB Integrated Career Days, kegiatan terintegrasi yang terdiri dari pameran, presentasi, promosi, pelatihan, dan perekrutan dari perusahaan kepada para pencari kerja.


Titian Karir Terpadu kali ini dilaksanakan tanggal 26-28 April 2013 di Sasana Budaya Ganesha, Bandung. Tiket terusan untuk tiga hari dengan harga early bird dapat dibeli secara online maupun dengan datang langsung ke kantor ITB Career Center. Selain itu, pengunjung dapat membeli tiket di lokasi pada hari-H. Khusus anggota ITB Career Center mendapatkan fasilitas tiket masuk gratis.


Kegiatan ini dilaksanakan dua kali setahun setiap bulan April dan Oktober, bertepatan dengan jadwal wisuda di ITB. Meski demikian, kegiatan ini terbuka baik bagi mahasiswa/alumni ITB mapun dari kampus lain. Lowongan kerja tidak hanya diperuntukkan bagi lulusan teknik tetapi juga bidang lain seperti lulusan ilmu sosial dan humaniora.


Selain lowongan kerja, juag adabooth-booth penyedia beasiswa sehingga kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi para pencari kerja melainkan juga bagi mereka yang ingin melanjutkan studi ke S2 dan S3. ITB Career Center juga menghadirkan para psikolog bagi para pencari kerja yang membutuhkan konseling.


Jumlah perusahaan yang akan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut saat ini telah mencapai 60 perusahaan besar dengan skala nasional dan multinasional di mana jumlah ini masih dapat bertambah.


Seluruh perusahaan mitra pada Titian Karir Terpadu April 2013 yaitu PT Pertamina (Persero), Astra Group, ConocoPhillips Indonesia Inc. Ltd., Vico Indonesia, PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII), PT Darma Henwa, Tbk, PT Kereta Api Indonesia (Persero), Total E & P, Schlumberger, PT Asahimas Chemical, PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama, Tbk, PT Cipta Srigati Lestari, Bank Mandiri, PT Ace Global Consulting and Integration (AGCI), Jobsmigas, Accenture, Prasetya Mulya Business School, PT XL Axiata Tbk, PT Putra Bangun Citra Mandiri, PT Duta Sarana Perkasa, Rajawali Swiber Cakrawala, PT Probindo Artika Jaya, Asia Pacific Resources International Holdings Ltd. (APRIL), PT Adhimix Precast Indonesia, PT Kreasi Online Indonesia (Suitmedia), PT Paragon Technology & Innovation (Wardah Cosmetics), PT Lautan Luas Tbk, PT Hino Motors Manufacturing Indonesia, Blue Bird Group, PT Valbury Asia Future, PT Manulife Financial, PT Multipolar Tbk, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), Bank Bukopin, International Education Centre (IEDUC), PT Novell Pharmaceutical Laboratories, PT Visionet Internasional, Kementrian Keuangan Republik Indonesia, Jatis Group, Bintang Pelajar Institute, PT IndoDev Niaga Internet (DataOn), PT Bank DBS Indonesia, PT Prima Vista Solusi, PT Gajah Tunggal Tbk, PT Beton Elemenindo Perkasa, PT Bursa Efek Indonesia, PT Indonesia Power, PT Rimau Group, PT Hutama Karya, JobTessio, PT Mattel Indonesia, PT Indo Kordsa Tbk, PT Bank CIMB Niaga Tbk, Rimau Group.


Info lengkap seputar ITB Career Center dapat dilihat di http://karir.itb.ac.id, sedangkan info seputar Titian Karir Terpadu dapat diakses melalui http://karir.itb.ac.id/titiankarir.


Titian Karir Terpadu ITB juga turut didukung KompasKarier.com. Pengunjung kegiatan tersebut juga dapat mencari informasi pekerjaan lainnya lewat situs tersebut.












00.02 | 0 komentar | Read More

Garuda Tambah Tiga Penerbangan dari Medan

Written By komputer emanbelas on Senin, 15 April 2013 | 00.02


JAKARTA, KOMPAS.com — Untuk memperluas jaringan penerbangan domestik, Garuda Indonesia mulai Senin (15/4/2013) membuka tiga rute penerbangan sekaligus dari Medan, yakni Medan-Batam (pp), Medan-Padang (pp), Medan-Palembang (pp) . Dan, satu penerbangan Padang-Pekanbaru (pp).

Pembukaan beberapa rute dari Medan tersebut merupakan bagian dari rencana pengembangan Medan sebagai Pusat Distribusi (hub) keempat Garuda setelah Jakarta, Denpasar, dan Makassar, untuk meningkatkan konektivitas di kawasan regional Indonesia bagian Barat.

Rute-rute penerbangan tersebut dilayani setiap hari dengan pesawat Bombardier CRJ1000 NextGen dengan kapasitas 96 kursi, terdiri dari 12 kursi di kelas eksekutif dan 84 kursi di kelas ekonomi, kata juru bicara Garuda Indonesia Pujobroto, Minggu (14/4/2013), di Jakarta.

Penerbangan Medan-Batam (GA 270), berangkat dari Medan pukul 10.40 WIB dan tiba di Pekanbaru pukul 12.00 WIB. Sementara penerbangan Batam Medan GA 271, berangkat dari Batam pukul 12.45 WIB dan tiba di Medan pukul 14.05 WIB.

Penerbangan Medan-Padang (GA 262), berangkat dari Medan pukul 14.50 WIB dan tiba di Padang pukul 16.00 WIB. Sementara penerbangan Padang-Medan (GA 263), berangkat dari Padang pukul 19.45 WIB dan tiba di Medan pukul 20.50 WIB.

Untuk penerbangan Medan-Palembang (GA 266), berangkat dari Medan pukul 06.00 WIB dan tiba di Palembang pukul 07.40 WIB. Sementara penerbangan Palembang-Medan (GA 267) berangkat dari Palembang pukul 08.20 WIB dan tiba di Medan pukul 09.55 WIB.

Adapun penerbangan Padang-Pekanbaru (GA 264), berangkat dari Padang pukul 16.45 WIB dan tiba di Pekanbaru pukul 17.30 WIB. Sementara penerbangan Pekanbaru Padang (GA 265), berangkat dari Padang pukul 18.10 WIB dan tiba di Pekanbaru pukul 19.00 WIB.

Sejalan dengan pengembangan hub Medan, ke depannya para pengguna jasa dari Batam, Padang, dan Palembang akan dapat meneruskan perjalanan dari Medan ke kota-kota destinasi internasional di kawasan seperti Singapura, Kuala Lumpur, dan Penang yang segera akan dibuka.

Selain rute-rute itu, Garuda Indonesia juga akan membuka beberapa rute-rute baru di domestik dalam waktu dekat, antara lain Batam-Pekanbaru dan Medan-Pekanbaru yang dilaksanakan mulai 1 Mei; Jakarta-Bengkulu, Jakarta-Tanjung Pandan mulai 15 Mei; Surabaya-Denpasar mulai 19 Mei; dan rute internasional Medan-Penang mulai 1 Juni 2013 mendatang.

Pembukaan rute-rute tersebut menggunakan pesawat Bombardier CRJ1000 NextGen dengan kapasitas 96 kursi terdiri dari 12 kursi di kelas eksekutif dan 84 kursi di kelas ekonomi.

Garuda Indonesia juga membuka rute Denpasar-Bandung dan Balikpapan-Denpasar mulai 18 Mei untuk meningkatkan bisnis dan pariwisata antarkota-kota tersebut dengan menggunakan pesawat Boeing 737-800 NG dengan kapasitas 156 kursi, terdiri dari 12 kursi di kelas eksekutif dan 144 kursi di kelas ekonomi.

Melalui Denpasar, para pengguna jasa dari Bandung dan Balikpapan akan dapat meneruskan perjalanan ke kota kota tujuan internasional lainnya di Australia, China, Jepang, dan Korea.

Selain itu, untuk meningkatkan konektivitas antar-hub, Garuda Indonesia dalam waktu dekat juga mengembangkan penerbangan antar-hub yang disebut Hub Bypass seperti Medan-Makassar, Medan-Denpasar, Medan-Surabaya.

Tentunya, rute-rute hub bypass tersebut akan semakin meningkatkan kenyamaman para pengguna jasa khususnya efisiensi dalam waktu penerbangan karena tidak perlu lagi melakukan pindah pesawat (transfer) di Jakarta.

Garuda Indonesia juga akan membuka rute penerbangan Balikpapan-Banjarmasin, Balikpapan-Manado, Balikpapan-Berau, dan Jakarta-Tanjung Pinang.

Sementara itu, seiring dengan peningkatan potensi pasar internasional, Garuda akan membuka rute penerbangan internasional baru, yaitu Jakarta-London, Jakarta-Osaka, Medan-Singapura, Surabaya-Singapura, Denpasar-Bangkok, Denpasar-Brisbane, dan Denpasar-Kuala Lumpur.

Sebagai kelanjutan dari program pengembangan armada, pada tahun 2013 ini Garuda Indonesia akan menerima 24 armada baru yang terdiri dari empat Boeing 777-300 ER, tiga Airbus A330, sepuluh Boeing 737-800NG, dan tujuh Bombardier CRJ1000 NextGen.












00.02 | 0 komentar | Read More

Agrinex 2013 Tak Seramai Tahun Lalu

Written By komputer emanbelas on Senin, 08 April 2013 | 00.02





Agrinex 2013 Tak Seramai Tahun Lalu





Penulis : Angger Andreas | Minggu, 7 April 2013 | 21:21 WIB












JAKARTA, KOMPAS.com - Pameran hasil produksi pertanian bertajuk Agrinex Expo 2013 yang dihelat di Hall B Jakarta Convention Center berkahir Minggu (7/4/2013) malam ini. Pameran yang berlangsung tiga hari itu mencatat beberapa penurunan sehingga tak seramai tahun lalu.


"Tahun ini memang tak seramai tahun lalu. Jumlah peserta yang ikut turun dari 300 menjadi 200 peserta," ujar Ketua Panitia Agrinex 2013 Rifda Ammarina.


Menurutnya, penurunan ini dampak dari tidak ikut sertanya Kementerian Perdagangan dan beberapa pengusaha holtikultura. Selain mengalami penurunan dalam jumlah peserta, jumlah pohon yang dibagikan panitia juga tak sebanyak tahun lalu.


"Tahun lalu kami membagi 15.000 pohon, kini hanya 6.000 pohon yang kami bagikan. Namun, 2.000 pohon yang kami bagiakan dalam tiga hari itu ludes tak lebih dari 4 jam sejak pameran dibuka," paparnya.


Menteri Pertanian, Suswono yang memberikan kata sambutan dalam upacara penutupan tersebut mengapresiasi pemeran Agrinex 2013 kali ini.


"Inilah pentingnya Agrinex. Pameran ini memberi informasi kepada publik mengenai hasil-hasil produksi dalam negeri dan keunggulan-keunggulannya," ujar Suswono.


Dalam upacara penutupan tersebut, panitia juga membagikan hadiah kepada PT Pertamina sebagai Eksibitor terbaik, Provinsi Sumatera Selatan sebagai stand dengan desain terbaik dan Kementerian Riset dan Teknologi sebagai Penampil terbaik Agrinex 2013 kali ini.



















00.02 | 0 komentar | Read More

Utang Grup Bakrie Sebesar Rp 6,44 Triliun

Written By komputer emanbelas on Senin, 01 April 2013 | 00.02


JAKARTA, KOMPAS.com - Utang PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), saat ini mulai berkurang karena sepanjang 2012 mampu menekan beban utang hingga 40 persen.


Tahun 2011, BNBR masih mencatatkan utang sebesar Rp 10,71 triliun. Tahun lalu, utang Perseroan berkurang sangat signifikan sebesar Rp 4,27 triliun, menjadi hanya Rp 6,44 triliun. Bersamaan dengan itu, beban bunga utang juga bisa ditekan dari sebelumnya Rp 2 triliun pada tahun 2011 menjadi Rp 1,19 triliun tahun 2012.


"Penurunan beban utang dan bunga pinjaman ini meringankan beban keuangan perseroan sepanjang tahun 2012," ujar Direktur Keuangan BNBR, Eddy Soeparno, dalam siaran persnya yang diterima Minggu (31/3/2013).


Manajemen BNBR tetap optimis, tahun 2013 mampu mencatatkan kinerja lebih baik. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan tahun 2012 menunjukkan indikator-indikator finansial yang baik dan prospektif. Perseroan berhasil mencatatkan perolehan revenue sebesar Rp 15,48 triliun, serta sukses meraup laba bersih senilai Rp 354,87 miliar, dan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 127,77 miliar.  


"Banyak catatan positif yang berhasil dibukukan oleh perseroan sepanjang tahun lalu, khususnya terkait dengan manajemen utang dan portofolio. Ini berkat kerja keras manajemen dan seluruh jajaran kerja BNBR," kata Bobby Gafur Umar, Direktur Utama & CEO BNBR.


Beberapa indikator utama dalam laporan keuangan BNBR tahun 2012 memperlihatkan bahwa Perseroan memang memiliki kesempatan dan kemampuan besar dalam meningkatkan kinerja. "Net profit kami menunjukkan peningkatan. Jumlah revenue BNBR juga cukup signifikan. Dan penting untuk dicatat, pada tahun 2012 lalu kami berhasil menekan beban utang dalam jumlah yang sangat berarti," kata Bobby.


Bobby juga menjelaskan, unit-unit usaha BNBR dalam beberapa tahun terakhir juga menunjukkan kinerja yang semakin baik, sehingga mampu memberikan kontribusi lebih signifikan terhadap revenue Perseroan. Tahun 2012, unit-unit usaha Perseroan menyumbang 66 persen dari total revenue BNBR, dengan nilai mencapai Rp 10,11 triliun. PT Bakrie Building Industries (BBI) dan PT Bakrie Tosanjaya (BTJ), disebut Bobby sebagai dua unit usaha Perseroan yang memiliki prospek sangat baik untuk terus dikembangkan.


"Industri bahan bangunan memiliki prospek sangat bagus, seiiring dengan pertumbuhan industri properti dan konstruksi. Didukung juga dengan jumlah penduduk yang sangat besar dan daya beli kunsumen yang terus meningkat, kami sangat optimis, industri bahan bangunan di dalam negeri akan terus melaju," kata Bobby.


PT BBI memproduksi aneka jenis bahan bangunan. Tahun 2012, PT BBI berhasil meraup laba bersih Rp 39,2 miliar, meningkat 62 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. "Tahun 2012, nilai penjualan PT BBI tumbuh 45 persen hingga mencapai Rp 651 miliar. Tahun 2013 ini, targetnya Rp 873 miliar. Ini target yang sangat realistis, mengingat berbagai inisiatif yang sedang dilakukan untuk mendorong pertumbuhan usaha PT BBI," kata Bobby.


PT Bakrie Tosanjaya (BTJ), perusahaan yang memproduksi komponen otomotif, memiliki prospek yang sangat cerah untuk berkembang sejalan dengan pertumbuhan industri otomotif nasional. "Kami serius memacu pertumbuhan bisnis divisi manufaktur komponen otomotif menjadi bidang usaha utama PT BTJ," kata Bobby.


Dalam rangka pengembangan tersebut, menurut Bobby, Perseroan belum lama ini telah menuntaskan proses akuisisi aset terkait dengan komponen otomotif yang dimiliki oleh salah satu anak kelompok usaha besar asal Korea Selatan yang beroperasi di Indonesia. "Ya, sudah final, dengan dukungan pembiayaan dari perbankan nasional," ujarnya.


PT BTJ selama ini tercatat sebagai produsen dan pemasok komponen beberapa merk mobil komersial. "BTJ selama ini menjadi salah satu pemasok utama komponen untuk kendaraan niaga seperti Mitsubishi, Hino, Daihatsu dan Toyota. Kinerja Bakrie Tosanjaya sangat bagus, dengan pertumbuhan EBITDA sekitar 60 persen dibanding tahun 2011. Ini juga didukung oleh pasar mobil komersial yang rata-rata per tahun tumbuh 24 persen sampai 26 persen," kata Chief Investor Relations BNBR, Indra Ginting.












00.02 | 0 komentar | Read More

Properti Indonesia Paling Prospektif

Written By komputer emanbelas on Senin, 25 Maret 2013 | 00.02


SINGAPURA, KOMPAS.com - Properti Indonesia pada saat ini paling prospektif. Hal ini disampaikan Sekretaris Jenderal FIABCI  (Federasi Real Estate Dunia) Sekretariat Regional Asia Pasifik, Rusmin Lawin dalam APRECE (Asia Pacific Real Estate Convention and Exhibition) 2013 yang diselenggarakan IEA Singapore dan digelar di Marina Bay Sands Convention, Singapura, 20-23 Maret 2013.


Rusmin Lawin, Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Hubungan Luar Negeri Real Estate Indonesia (REI), yang menyajikan presentasi berjudul "Indonesia Real Estate: A Giant Awakens?" mendapat banyak respon dari peserta luar negeri.


Menurut Rusmin, ada beberapa faktor utama yang menopang pendapat tersebut.


Pertama, tingkat pertumbuhan yang sangat stabil di level 6 - 6,5 persen beberapa tahun terakhir ini dan diprediksi akan tetap stabil sampai 5 tahun ke depan.


Kedua, populasi Indonesia 250 juta jiwa menempati posisi keempat dunia dan merupakan pasar terbesar ASEAN. Jumlah total penduduk ASEAN berkisar 600 juta jiwa. Indonesia satu-satunya negara ASEAN yang masuk di kelompok ekonomi G-20.


Ketiga, Indonesia sedang mengalami booming penduduk usia produktif,  usia rata-rata penduduk yang berusia 29 tahun mencapai 50 persen dan separuh dari angkatan produktif ini memiliki daya beli 4 dollar AS per hari. Kondisi ini disertai juga tingkat urbanisasi yang tinggi, yang  mencapai rasio 55 persen dalam kurun waktu 10 tahun terakhir ini.


Keempat, Indonesia memiliki sumber daya alam yang merupakan sektor primadona seperti kelapa sawit, karet, cokelat serta tambang dan mineral.


Kelima, peningkatan FDI (Foreign Direct Investment) tahun 2012 mencapai 30 miliar dollar AS, meningkat dari tahun 2011 yang tercatat 19 miliar dollar AS.


Keenam, program andalan yang diinisiasi oleh pemerintah, MP3EI (Master Plan Percepatan dam Pengembangan Ekonomi Indonesia) diyakini akan mampu mengejar ketertinggalan infrastruktur nasional.


Percepatan infrastruktur merupakan kunci utama dalam percepatan pemenuhan backlog perumahan nasional yang sudah mencapai 13,6 juta unit rumah.

Prospek sektor real estate Indonesia terutama Ibukota Jakarta telah mendapat rekomendasi dari Lembaga Analis Dunia seperti Urban Land Institute dan Pricewater House Cooper di tahun 2013 ini menempatkan Jakarta sebagai kota yang paling prospek untuk investasi di wilayah Asia Pasifik.


"Bahkan Knight Frank dalam "The Wealth Report 2013" menempatkan Jakarta sebagai kota yang paling tinggi dari sisi kenaikan properti (38 persen)," demikian Rusmin.


APRECE (Asia Pacific Real Estate Convention and Exhibition) 2013  diikuti oleh hampir 1.000 peserta pengusaha real estate dari seluruh dunia dengan berbagai latar belakang profesi.


APRECE dibuka dengan opening keynote address oleh Acting Minister for Manpower and Senior Ministerof State dor National Development,  Tan Chuan Jin dan dibuka secara resmi oleh President of National Association of REALTORS (NAR) Gary Thomas dari Amerika Serikat.

APRECE 2013 merupakan forum konvensi dan pameran properti internasional hasil kolaborasi lebih 15 asosiasi real estate dari berbagai kawasan dunia yang juga merupakan platform bagi peserta yang berasal dari berbagai negara asal berbagai kawasan dunia untuk memamerkan berbagai produk dan jasa real estate mereka masing masing kepada para profesional dan investor yang datang dari berbagai kawasan dunia.


Di ajang ini, sejumlah pengembang, arsitek, konsultan, asosiasi real estate, real estate brokers, realtors, marketing tools providers, dan exhibitor lainnya hadir.

Berbagai pakar internasional tampil mewakili berbagai kawasan dunia untuk mempresentasikan isu dan perkembangan real estate dunia terkini untuk berbagi pengetahuan dan ide, property outlook terkini, legislasi, kebijakan, pajak dan regulasi, pengetahuan properti dan etika praktek, perangkat bisnis profesional dan pengembangan kemampuan.

Melalui berbagai sesi seminar, para peserta akan banyak belajar dari para profesional industri real estate lokal maupun internasional untuk berbagi tentang berbagai isu dan topik dunia terkini.
 













00.02 | 0 komentar | Read More

Konsumen Masih Diperlakukan Diskrimatif

Written By komputer emanbelas on Senin, 18 Maret 2013 | 00.02





Konsumen Masih Diperlakukan Diskrimatif





Penulis : Fabio Lopes | Minggu, 17 Maret 2013 | 20:16 WIB












JAKARTA, KOMPAS.com - Konsumen di Indonesia sampai saat ini masih mendapatkan perlakuan yang diskriminatif dari dunia bisnis. Hal ini harus menjadi perhatian serius dari pemerintah, untuk menindak tegas pelaku usaha yang memberikan pelayanan kurang baik bagi konsumen.


Ahmad Fayumi, Ketua Badan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Jakarta, mengemukakan itu, ditemui seusai peringatan Hari Konsumen Sedunia, di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (17/3/2013).


Menurut Ahmad, harga produk-produk barang di Indonesia setiap hari mengalami kenaikan, dan cenderung tidak memperhatikan tingkat ekonomi masyarakat. Selain itu, sebagian produk impor yang saat ini beredar, bisa menimbukan penyakit bagi konsumen.


Ahmad berpendapat bahwa Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) seharusnya mengadakan kerja sama dengan lembaga lainnya, untuk melakukan advokasi kepada pemerintah terhadap kebijakan yang dinilai merugikan konsumen.


"Peran YLKI di Jakarta hanya efektif di Jakarta dan kota-kota besar lainnya di Indonesia. Namun di daerah-daerah lain yang terpencil, peran YLKI belum terlalu dirasakan oleh masyarakat," ungkap pria berusia 22 tahun ini.   


Hal yang sama juga dipaparkan Muhammad Hadi Nainggolan, salah seorang warga yang ditemui Kompas pada acara tersebut. Ia menyatakan, perlindungan terhadap konsumen di Indonesia masih jauh harapan.


"Banyak sekali kasus yang memperlihatkan bahwa kepentingan bisnis jauh lebih diatas daripada kepentingan konsumen," tutur Muhammad.


Muhammad mengaku sering mengalami perlakuan diskriminatif, ketika ada keterlambatan dari maskapai penerbangan tertentu, konsumen hanya diberikan informasi saja. Namun apabila konsumen yang mengalami keterlambatan, tiket yang sudah dibeli langsung dinyatakan tidak berlaku lagi.


Oleh karena itu, ia mengharapkan agar pendampingan yang dilakukan oleh YLKI harus lebih masif lagi.



















00.02 | 0 komentar | Read More

Berkat Java Jazz, Pengguna Kartu BNI Melonjak

Written By komputer emanbelas on Senin, 04 Maret 2013 | 00.02





Berkat Java Jazz, Pengguna Kartu BNI Melonjak





Penulis : Didik Purwanto | Minggu, 3 Maret 2013 | 22:25 WIB












JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mencatat kenaikan signifikan pengguna kartu prepaid perseroan. Hal itu terbukti dari pengguna kartu prabayar edisi khusus Java Jazz Festival yang digelar selama tiga hari di Jakarta.


General Manager Bisnis Kartu BNI Dodit Wiweko Probojakti menjelaskan selama dua hari saja (1-2 Maret 2013) sudah ada pembelian kartu prabayar BNI sebanyak 9.800 unit. Kartu tersebut sudah digunakan untuk melakukan 32.860 transaksi dengan total transaksi mencapai Rp 1,2 miliar.


"Terjadi kenaikan jumlah transaksi kartu BNI prabayar sebesar 84,32 persen dari jumlah transaksi di hari pertama ke hari kedua. Di hari pertama, baru terjadi 17.828 transaksi dengan nilai Rp 598 juta. Lalu melonjak enjadi 32.860 transaksi dengan nilai menjadi Rp 1,2 miliar," kata Dodit di Jakarta, Minggu (3/3/2013).


Penggunaan kartu BNI prabayar itu pun tidak bersifat statis karena para pemilik kartunya melakukan transaksi penambahan jumlah dana (top up) sebanyak 3.491 kali, dengan nilai Rp 370 juta, pada hari pertama. Jumlah transaksi pun melonjak tajam menjadi sebanyak 6.800 kali, naik 94.78 persen dibandingkan hari pertama.


Adapun nilai top up mencapai Rp 695 juta pada hari kedua, atau naik 87,50 persen di atas nilai top up yang terhimpun pada hari pertama. "Kartu ini nantinya tidak hanya untuk event Java Jazz saja, tapi juga bisa digunakan untuk membayar tiket Trans Jakarta (koridor 1) ataupun merchant-merchant lainnya," tambahnya.


Dodit meyakini sampai akhir penyelenggaraan Java Jazz Festival 2013 yang berakhir Minggu malam, jumlah kartu BNI prepaid yang terjual akan mencapai 15.000-17.000 unit. "Total kartu BNI prepaid yang terjual sampai akhir Februari 2013 mencapai 250.000 unit dengan nilai transaksi selama tahun 2013 senilai Rp 7,5 miliar," tutur Dodit.



















00.02 | 0 komentar | Read More
Techie Blogger Techie Blogger