Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Tampilkan postingan dengan label Megapolitan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Megapolitan. Tampilkan semua postingan

Pelari Pun Disuguhi Beragam Sajian Kesenian

Written By komputer emanbelas on Senin, 28 Oktober 2013 | 00.00






JAKARTA, KOMPAS.com -- Ada pemandangan menarik saat perhelatan Jakarta Marathon 2013, yang digelar Minggu (27/10/2013). Sebanyak 17 panggung hadir di sejumlah titik lokasi yang menjadi jalur lari para peserta maraton di ruas-ruas jalan utama di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat.

Keberadaannya tak lain menjadi pewarna event berskala internasional yang dihajat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Sejumlah atraksi dari para seniman dari beragam latar daerah di Indonesia pun disuguhkan.

Kegiatan Festival Budaya di ajang lomba lari Jakarta Marathon ditandai dengan atraksi seniman perkusi dan lantunan shalawat dari sekitar 240 seniman marawis dari 24 sanggar di kawasan Jabodetabek, saat melepas seluruh atlet dan peserta maraton di Silang Barat Daya Monas, pada pukul 05.00 pagi tadi.


Ketua Panitia Jakarta Marathon 2013 yang juga Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar menyampaikan, Festival Budaya dirancang khusus untuk memperkuat promosi Jakarta sebagai kota destinasi pariwisata dan olahraga dunia.  

"Ada nuansa keunikan tersendiri dalam Jakarta Marathon 2013 yang tidak akan ditemukan di tempat lain. Peserta dari luar dihibur dengan beragam kesenian dari beragam budaya yaang berbeda," ujarnya dalam siaran pers, Minggu.
   
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Ari Budiman mengatakan, event internasional Jakarta Marathon 2013 yang berlangsung aman, bisa menjadi bukti bahwa Jakarta adalah kota aman, penuh pesona dan nyaman untuk dikunjungi wisatawan mancanegara. "Setidaknya, para peserta dari mancanegara bisa merasakan hal itu," ujarnya.

Sejumlah atraksi kesenian dihadirkan di 17 panggung sepanjang lintasan maraton. Sebut saja, penampilan kesenian Pakanjara Sulses, Gondang Batak, Musik Brass, Gendang Beleq NTB, Perkusi Barang Bekas DJ Aib, Tifa Papua, Urban Musik, Bale Ganjur Bali, Etno Universal Sound, Tanjidor, Ansamble String, Dol & Tasa Sumbar, Musik Dayak, Ansamble Trompet, Kolintang Sumut, Imanisimo, Gambang Kromong, Sindikat Senar Putus, Rampak Gendang Jabar, Arumba Jabar, Rampak Bedug Banten, Musik Perkusi, Musik Jepen Kalimantan, NAKI band, Kuntulan Banyuwangi, Tabot Bengkulu, Musik Melayu, Hadroh Betawi dan sajian musik DJ dengan lagu-lagu Betawi.

Tak hanya itu, atraksi seni yang juga ditampilkan adalah seni Palang Pintu Betawi, Barongsai, Reog Ponorogo, Tari Topeng Betawi, Ondel-ondel Glitter, Teater Abang None, hingga penampilan band The Titans dan Wali yang begitu menyedot antusiasme ratusan penonton.

Wakil Menteri Bidang Kebudayaan Wiendu Nuryanti, yang hadir menyaksikan atraksi seni di Panggung 13 di depan kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, menyebutkan, gelaran seni budaya yang beragam menunjukkan  Indonesia sebagai negara adidaya kebudayaan dunia. "Kegiatan ini menegaskan bahwa Kota Jakarta sebagai kota megapolitan yang menjadi jantung titik temu keanekaragaman keindahan latar budaya dari nusantara maupun dari mancanegara. ”




Editor : Eko Hendrawan Sofyan


















00.00 | 0 komentar | Read More

Mau Merampok, Wanita Hamil Setrum Sopir Taksi

Written By komputer emanbelas on Senin, 21 Oktober 2013 | 00.00





JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang sopir taksi Rusidi (43) hampir menjadi korban perampokan yang dilakukan oleh dua orang penumpangnya di Jalan Gaya Motor, Tanjungpriok, Jakarta Utara pada Sabtu (19/10/2013) malam. Salah satu pelaku adalah wanita yang tengah hamil lima bulan.

Modus yang dilakukan kedua penumpang ini tergolong baru. Mereka melumpuhkan Rusidi yang tengah mengemudi itu menggunakan alat setrum.

Beruntung aksi yang dilakukan kedua pelaku ini gagal. Sebab, sopir taksi tersebut sempat berhenti mendadak di pos II Pengamanan Wilayah Astra, saat disetrum.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Ajun Komisaris Besar Daddy Hartady mengungkapkan, dua pelaku yang menyamar menjadi penumpang adalah Indriyani (24) dan pria berinisial A (27), yang saat ini masih buron. Keduanya naik taksi dari depan ITC Mangga Dua, Pademangan, Jakarta Utara.

Kepada sopir taksi, A minta diantar ke rumah saudaranya di Jalan Swadaya 3, Tanjung Priok. Mereka meminta sopir melewati Jalan Gaya Motor. Saat di jalan tersebut, mereka menjalankan aksinya.

"Sesampainya di seberang Masjid Astra, pelaku A tiba-tiba menyetrum korban dua kali, yakni di bagian leher dan tangan lengan kiri menggunakan alat strum genggam," ujar Daddy melalu pesan singkatnya, Minggu (20/10/2013).

Menerima setruman tersebut, Rusidi kaget. Untungnya, setruman tersebut tidak membuatnya lemah. Sebaliknya, dia melakukan perlawanan saat disetrum.

Melihat perlawanan itu, para pelaku melarikan diri. Taksi yang saat kejadian langsung berhenti, dimanfaatkan dua pelaku. Mereka langsung kabur.

Di waktu bersamaan, salah satu anggota Pengamanan Wilayah yang sedang berjaga di pos yang tak jauh dari lokasi kejadian, melihat kejadian tersebut. Mereka pun melakukan penyergapan terhadap pelaku.

Sampai saat ini, polisi masih melakukan pengejaran. Sejumlah saksi dan pelaku diperiksa intensif untuk mengembangkan kasus ini, termasuk motif melakukan penyetruman tersebut masih didalami. Sebab, kondisi pelaku, Indriyani, dalam keadaan hamil lima bulan.

"Kita masih mendalami motifnya. Kita lakukan pemeriksaan terhadap korban dan saksi-saksi. Juga melakukan pemeriksaan terhadap pelaku. Saat ini anggota masih kita sebar untuk menangkap satu pelaku lainnya," ujar Daddy.




Editor : Ana Shofiana Syatiri
















00.00 | 0 komentar | Read More

Kompolnas: Segera Tuntaskan Kasus Dul

Written By komputer emanbelas on Senin, 14 Oktober 2013 | 00.00





JAKARTA, KOMPAS.com -– Untuk kesekian kalinya, penyidik Polda Metro Jaya gagal memeriksa anak musisi Ahmad Dhani, AQJ alias DUL (13), yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan maut di Km 8 +200 Tol Jagorawi.


Ketegasan polisi pun dipertanyakan dalam mengungkap kasus yang melibatkan sejumlah anak pesohor negeri. “Polisi masih bersikap diskriminatif dalam menangani penegakan hukum khususnya kasus kecelakaan lalu lintas,” anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Hamidah Abdurrahman kepada Kompas.com, Minggu (13/10/2013).


Selain kasus AQJ, Hamidah mencontohkan, kasus kecelakaan sepeda motor yang melibatkan aktor Arie Wibowo, 10 Juni 2013 lalu. Saat itu, Arie yang tengah mengendarai sepeda motor Ducati Multistrada Touring 1200, menabrak Tjahmadi (80) yang tengah menyeberang jalan.


Tjahmadi yang mengalami luka yang cukup serius akhirnya dibawa ke RSPP. Namun, dua hari kemudian Tjahmadi menghembuskan napas terakhirnya. Menurut pengakuan Arie, ia telah membunyikan klakson kendaraannya sesaat sebelum tabrakan terjadi.


Namun, Tjahmadi yang telah berumur dinilai tidak mendengar suara klakson yang dibunyikan Arie. Polisi pun akhirnya menetapkan Arie sebagai korban dalam kecelakaan tersebut. Sedangkan Tjahmadi justru ditetapkan sebagai tersangka. Saat ini, polisi telah menerbitkan Surat Penghentian Penyelidikan Perkara (SP3) atas kasus tersebut.


Kasus lain yakni, kasus kecelakaan mobil yang melibatkan putra bungsu Menteri Koordinator Perekonomian RI, Hatta Rajasa, Rasyid Amrullah Rajasa (22). Rayid yang mengendarai mobil BMW X5 B 272 HR warna hitam, menabrak mobil Daihatsu Luxio F 1622 CY yang dikemudikan Frans Joner Sirait di Km 3 335 Tol Jagorawi. Akibat tabrakan tersebut, lima dari 10 penumpang yang diangkut Frans terlempar ke jalan setelah pintu belakang mobilnya ditabrak Rasyid.


Dari lima orang tersebut, dua di antaranya Harun (50) dan Muhammad Reihan (1,5), meninggal dunia. Rasyid pun telah ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani persidangan.


Dalam sidang yang dipimpin Suharjono, majelis menggunakan teori pemidanaan restorative justice dalam memutus vonis terhadap Rasyid. Teori tersebut, dikatakan hakim, adalah perspektif hukum yang ikut memasukkan pertangungjawaban terdakwa kepada korbannya sebagai bahan pertimbangan.


Dampaknya, meski Rasyid terbukti bersalah melanggar Pasal 310 Ayat (2) dan Pasal 310 Ayat (4) Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Nomor 22 Tahun 2009, namun ia tidak dihukum maksimal. Hakim hanya memvonis Rasyid pidana penjara 5 bulan atau denda uang sebesar Rp 12 juta dengan masa percobaan hukuman selama 6 bulan, lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum, yakni 8 bulan penjara dengan masa percobaan 12 bulan dan subsider 6 bulan.


“Sekarang anak selebritis (DUL), polisi lagi-lagi ingin menutup kasus ini dengan alasan kesehatan pelaku,” kata Hamidah.


Hamidah menegaskan, Kompolnas tidak akan segan untuk membawa kasus ini ke Mabes Polri jika memang tidak ada niat baik dari penyidik Polda Metro Jaya untuk menyelesaikan masalah ini.


“Apabila ada fakta polisi ingin menutup kasus ini, maka Kompolnas akan menyampaikan kepada Kapolri,” tandasnya. 





Editor : Eko Hendrawan Sofyan


















00.00 | 0 komentar | Read More

Jokowi Tak Keberatan Ada Gerakan \'Jokowi For President\'

Written By komputer emanbelas on Senin, 07 Oktober 2013 | 00.00






JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Joko Widodo mengaku tak keberatan dengan adanya posko gerakan "Jokowi for President 2014" di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat. Dia pun mengaku tidak tahu menahu soal gerakan itu.


"Itu kan masyarakat. Masa saya mau keberatan," ujar Jokowi kepada wartawan di DPP PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Minggu (6/10/2013) siang.


Jokowi pun menampik bahwa gerakan yang mendukung dirinya maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 adalah dirinya sendiri. Ia tak tahu menahu siapa yang ada di balik gerakan "Jokowi for President" tersebut.


Mantan Wali Kota Surakarta tersebut pun enggan merespon gerakan tersebut lebih jauh, misalnya meminta untuk membubarkan diri. Jokowi khawatir responnya tersebut mencerminkan bahwa dia mengurus wilayah politis.


Padahal, seperti yang biasa ia katakan, wilayah politik diurus DPP PDIP. "Kalau saya nutup berarti saya ngurus politik dong, biarin saja, wong itu masyarakat," lanjutnya.


Tinjau Posko


Selepas dari DPP PDIP, Jokowi sempat memantau keberadaan posko yang terletak di Jalan Dipo negoro, bekas kantor DPP PDIP itu. Namun, Jokowi tak turun, hanya memantaunya dari mobil saja. Dugaan bahwa Jokowi ingin meninjau posko itu adalah rute jalan yang dipilihnya saat pulang ke rumah dinasnya di Jalan Surapati.


Seharusnya, Jokowi yang melintas dari Pancoran ke arah Manggarai bisa saja belok kiri melewati Jalan Teuku Cik Ditiro. Namun, Jokowi malah belok kanan dan memilih memutar di Jalan Diponegoro.


Terlebih, saat melintas di jalan itu, Jokowi melambatkan mobil. Keberadaan posko diketahui berdasarkan sebuah spanduk berukuran raksasa yang ditempel di depan pagar lahan tersebut. Spanduk yang didominasi warna putih dan merah itu bergambar proklamator RI, Ir Soekarno dengan di sebelahnya tertulis 'Jokowi for Presiden 2014'.  





Editor : Eko Hendrawan Sofyan
















00.00 | 0 komentar | Read More

Cerita Basuki Soal Bolos Kuliah, Titip Absen, hingga Surat Cinta

Written By komputer emanbelas on Senin, 30 September 2013 | 00.00





JAKARTA, KOMPAS.com- Saat menjadi pembicara di hadapan mahasiswa baru Universitas Trisakti, Jakarta, Minggu (29/9/2013), Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menceritakan pengalamannya saat masih menjadi mahasiswa di kampus tersebut.

Lulusan Teknik Geologi, Fakultas Teknologi Mineral tahun 1989 ini menceritakan banyak hal. Mulai dari bolos kuliah, titip absensi, hingga menuliskan surat cinta untuk teman-temannya. "Saya mau cerita yang jangan dicontoh," candanya.

Menurut Basuki, dia dan hampir seluruh rekan sekelasnya pernah tidak lulus mata kuliah Ilmu Pengetahuan Komputer. Hal itu karena mereka memboikot ujian karena protes terhadap dosen yang tetap melaksanakan ujian berbarengan dengan dilaksanakannya pertandingan basket.


"Ada satu anak cewek, eh dia lulus. Dia Kara Laksono, istri dari Agus Guntoro dosen kalian," ujar Basuki di hadapan mahasiswa.

Basuki mengakui, dia dan rekan-rekan kuliahnya memang sangat kompak dalam segala hal. Tidak ada kasus primordialisme atau rasisme. Mereka pergi ke hutan ataupun gunung bersama-sama. Begitu pula saat bulan Ramadhan tiba, di mana mereka sering melaksanakan buka puasa bersama.

Namun begitu, Basuki mengaku dia adalah orang yang paling sering dititipi absen oleh teman-temannya. Dia pun akhirnya menandatangani daftar hadir teman-temannya yang tidak berangkat kuliah.


Selain itu, lanjutnya, Basuki juga mengaku teman-temannya sering memintanya menuliskan surat cinta untuk dikirim ke pacarnya masing-masing. "Saya yang paling jago membuat surat cinta. Jadi kalau teman nulis itu repot, saya yang tulisin," ungkapnya.





Editor : Glori K. Wadrianto
















00.00 | 0 komentar | Read More

Tak Disangka Perayaan Ultah ke-17 Sabila Berujung Maut

Written By komputer emanbelas on Senin, 23 September 2013 | 00.00

- Supriyono (53) dan Eem Maryati (41) tak menyangka kepergian putri keduanya, Sabila Yasaroha Aslaha atau Lala, untuk merayakan ulang tahun ke 17 bersama teman anaknya pada Sabtu (21/9/2013) sekitar pukul 20.00 WIB berujung kabar duka.

Pada Minggu (22/9/2013) subuh, Sabila tewas ditabrak D (22) pengemudi Toyota Altis bernomor polisi B 1459 NBB di Senayan, Jakarta Pusat.

Ditemui di lokasi Makam Wakaf Islam Khusus Kampung Pulo Gadung, Kelapa Gading Timur, Jakarta Utara, Minggu sore, Supriyono menuturkan awal cerita kepergian putri kedua dari tiga anaknya tersebut.

Sabtu malam, Sabila pamit kepada Ibunya untuk merayakan ulang tahun ke 17 bersama teman-temannya. Menurutnya, Sabila dijemput oleh temannya menggunakan mobil.

Ia mengaku tak pernah memiliki firasat apapun mengenai keberangkatan sang putri merayakan ulang tahun yang justru berujung maut.

"Pamit sama mamanya. Kemudian dia minta di bawain slayer, katanya buat nutup tubuh," kata Supriyono lirih.

Putrinya yang baru lulus di SMK Al Ahyar, di Cakung, Jakarta Timur ini sebenarnya berulang tahun pada tanggal 16 September 2013 kemarin. Namun, Supriyono mengatakan, karena satu dua hal perayaan ulang tahun anaknya itu ditunda sampai hari kejadian.

"Sempat minta uang sama Ibunya (sebelum berangkat), kalau tidak salah Rp 800 ribu. Ulang tahun ini dia pengen makan-makan biasa," ujar Supriyono.

Supriyono hanya mengenali Fikri Romadhoni sebagai salah satu teman putrinya itu. Nahas, Sabila yang tengah makan otak-otak di wilayah Senayan, Jakarta Pusat ini menjadi korban tertabrak dalam peristiwa kecelakaan maut tersebut.

"(Ditabrak) Lagi makan otak-otak sama temannya. Pedagang otak-otak termasuk luka juga," ujarnya.

Sabila meninggal dalam perjalanan saat hendak di tolong ke rumah sakit. Sementara Fikri yang diketahui sebagai warga Pondok Gede, Bekasi ini yang juga tertabrak dan tewas di lokasi kejadian.

Sabila meninggalkan seorang kakak bernama Lingga Ayu (22) adik bungsunya bernama Tiara Aulia (10). Almarhum dikenal sebagai pribadi yang baik.

"Sifatnya baik, terlihat dari pengantar (pemakamannya ini)," ujarnya.

Harapan Supriyono yang berencana meneruskan pendidikan sang anak di bangku kuliah tak dapat terlaksana dengan kepergian putrinya tersebut. Ia meminta pelaku penabrak untuk dihukum seberat-beratnya dan meminta keluarga pelaku mendatanginya.

"Saya belum tahu siapa orangnya. Ini harapannya dihukum seberat-beratnya," ujar dia.

Peristiwa kecelakaan maut tersebut berawal ketika Toyota Altis yang dikemudikan D (22) berjalan dari arah Selatan menuju Utara. D diduga kehilangan kendali atas kendaraannya lalu menabrak sejumlah pejalan kaki yang berada di lokasi kejadian. Mobil yang dikemudikan D juga menabrak tiga kendaraan lain yakni Honda Accor B 8049 AG sedan Toyota Vios B 71 AL dan sebuah mobil Mercedez Benz B 2345 KA.

Dua pejalan kaki tewas sementara lima korban lainnya turut mengalami luka akibat peristiwa tersebut. Lima korban luka lain yakin Ruli pejalan kaki yang tertabrak dirawat di RS Pertamini, Riska Dinda Maulina pejalan kaki kini dirawat di RS Fatra IKA Slipi, Ristia Ramadan Rendika pejalan kaki yang kini dirawat di RS Fatra IKA Slipi. Sementara korban luka lain yakni Frans Yanuar Pengemudi Vios dirawat di RS Mintoharjo, Risqi Anisa penumpang mobil Vios terluka dan dirawat di RS Mintoharjo.

00.00 | 0 komentar | Read More

Munzir Meninggal, Kawasan Pancoran Macet Panjang

Written By komputer emanbelas on Senin, 16 September 2013 | 00.00





JAKARTA, KOMPAS.com - Ribuan jemaah Majelis Rasulullah memadati Masjid Jami Al-Munawwar, Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (15/9/2013) malam. Di masjid itu disemayamkan jenazah Habib Munzir bin Fuad Al-Musawa.

Pimpinan Majelis Rasulullah itu menghembuskan nafas terakhir dalam usia 40 tahun pada pukul 15.30 WIB di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta. 

Akibat banyaknya jemaah yang melayat, arus lalu lintas di ruas Jalan Raya Pasar Minggu, Pancoran, Jakarta Selatan, pun mengalami kemacetan. Arus lalu lintas di kedua jalur baik yang menuju Jalan Gatot Subroto maupun yang mengarah ke Lenteng Agung mengalami kemacetan panjang.

Area parkir di sepanjang Jalan Raya Pasar Minggu, di sekitar Masjid Jami Al-Munawwar juga dipenuhi ribuan motor jemaah.

Sebelumnya, jenazah Munzir dibawa ke rumah duka Minggu malam. Jenazah Munzir dibawa menggunakan mobil jenazah milik RSCM. Mengekor rombongan jamaah menuju rumah duka. Terlihat juga mobil bernopol B 1 MRS milik Munzir di antara rombongan pengiring jenazah tersebut.




Editor : Glori K. Wadrianto
















00.00 | 0 komentar | Read More

Seminggu Libur Lebaran, 28 Kebakaran Terjadi di Jakarta

Written By komputer emanbelas on Senin, 12 Agustus 2013 | 00.00






JAKARTA, KOMPAS.com - Selama seminggu libur hari raya Idul Fitri 1434 Hijriah, mulai dari 3-11 Agustus 2013, sebanyak 28 peristiwa kebakaran terjadi di Jakarta.

Kepala Seksi Informatika BPBD DKI, Bambang Surya Putra dalam rilis pers yang diterima Kompas.com mengatakan peristiwa itu kebanyakan terjadi di pemukiman padat penduduk. "Mulai dari 3-11 Agustus 2013 telah terjadi 28 kali kebakaran," kata Bambang, Minggu (11/8/2013).

Dari 28 kebakaran itu, empat orang meninggal dunia. Tiga orang meninggal pada kebakaran pada 8 Agustus di Jalan Tanah Koja, Jakarta Utara, yaitu Dina Yulianti (12), Mohamad Fadli (10), dan Doni (4). Sedangkan seorang lagi meninggal akibat serangan jantung, yaitu Abuna, ketika terjadi kebakaran di Jalan Sinar Budi Jembatan Dua, Jakarta Utara.

Selain menyebabkan korban jiwa, peristiwa kebakaran selama kurang lebih satu minggu itu mengakibatkan sebanyak 152 bangunan hangus, dan 121 KK atau sebanyak 509 jiwa kehilangan tempat tinggal.

Bantuan yang hingga saat ini masih dibutuhkan para korban kebakaran adalah pakaian seragam sekolah dan buku-buku pelajaran. "Kami juga telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan. Tapi, kalau ada warga yang bersimpati, dapat menyampaikan bantuan langsung kepada korban," kata Bambang.

Ia menjelaskan sebanyak 92,86 persen kebakaran disebabkan karena korsleting listrik, 3,57 persen disebabkan oleh api rokok, dan 3.57 persen disebabkan oleh ledakan tabung gas.

Hal tersebut, kata dia, menunjukkan rendahnya kesadaran masyarakat dalam keamanan penggunaan listrik di rumah.




Editor : Egidius Patnistik
















00.00 | 0 komentar | Read More

Tim Gegana Sisir Lokasi Ledakan di Vihara Ekayana

Written By komputer emanbelas on Senin, 05 Agustus 2013 | 00.00






JAKARTA, KOMPAS.com
 — Tim gegana kepolisian sudah diterjunkan ke lokasi ledakan di Vihara Ekayana, di Jalan Mangga II/8, RT 8/08, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Minggu (4/8/2013).

"Ya tim gegana sudah ke lokasi kejadian," kata petugas Polsek Kebon Jeruk seperti dikutip Tribunnews.com, Minggu malam.

Hingga berita ini diturunkan tim gegana masih terus melakukan penyisiran di lokasi dan mengamankan beberapa benda diduga bom. "Sedang disisir," katanya.

Ledakan terjadi di Vihara yang terletak di Jalan Mangga II/8, RT 08/08, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Ledakan diperkirakan berasal dari benda diduga bom yang dipasang di pintu masuk tempat kebaktian Vihara dan di pintu masuk bagian dalam.




Editor : Kistyarini
















00.00 | 0 komentar | Read More

Pelaku Penusukan Tertangkap Gara-gara Ketinggalan Sepatu

Written By komputer emanbelas on Senin, 29 Juli 2013 | 00.00





JAKARTA, KOMPAS.com - Mohammad Jaelani (20), pelaku penusukan terhadap Sri Astuti (20), akhirnya tertangkap. Selain berkat rekaman CCTV, dia juga ditangkap karena sepatunya ketinggalan di lokasi penusukan, yakni di rumah majikan Sri.

"Rekan korban yang mengetahui barang bukti sepatu yang tertinggal kebetulan adalah milik temannya (Jaelani) dan dikuatkan rekaman CCTV," kata Kapolsek Metro Tebet Komisaris Polisi Nico Andreano melalui pesan singkat, Minggu (28/7/2013).

Menurut Nico, Jaelani ditangkap di depan Stasiun Manggarai, Minggu dinihari. Saat melakukan aksinya pada Jumat dinihari, ia memasuki rumah kemudian tertangkap basah oleh Sri. Tak pelak, Jaelani langsung menyekap dan menusuk Sri dengan pisau sebanyak lima kali. Setelah itu, Jaelani langsung pergi tanpa membawa barang ataupun uang.

"Sedangkan korban mengalami tujuh luka tusukan, satu di leher, tiga di tangan serta tiga di rusuk. Saat ini masih dirawat di RSCM," katanya.

Adapun kronologi kejadian berlangsung usai santap sahur, sekitar pukul 04.00. Saat itu, usai makan, Sri membersihkan piring dan mulai merapikan rumah. Tiba-tiba dia mendengar suara mencurigakan dari depan rumah.

Setelah dilihat, Sri mendapati seorang pria yang tengah berusaha mencongkel rumah. Sri sontak berteriak. Mendengar teriakan Sri, pelaku panik dan langsung mengeluarkan pisau dan menusuk perut korban sebelum melarikan diri.




Editor : Ana Shofiana Syatiri
















00.00 | 0 komentar | Read More

Ketinggian Air Katulampa Turun, Jakarta Belum Aman

Written By komputer emanbelas on Senin, 22 Juli 2013 | 00.00





JAKARTA, KOMPAS.com - Ketinggian air di Bendungan Katulampa, Bogor, Minggu (20/7/2013) malam, turun dari 130 sentimeter (siaga 3) menjadi 60 sentimeter (siaga 4). Meski begitu, warga Jakarta terutama yang tinggal di sekitar sungai tetap diminta waspada.

"Setelah sempat menyentuh posisi 130 cm, atau siaga 3, ketinggian air Ciliwung berangsur turun dan sekarang di 60 cm atau siaga 4," ujar Andi Sudirman, penjaga Mercu Bendung Katulampa, Minggu (21/7/2013) malam.

"Air dari sini akan sampai Jakarta 12 jam kemudian. Kalau tadi naiknya jam 15.00, berarti kemungkinan air akan nyampe Jakarta pada Senin (21/7/2013) sekitar pukul 03.00-04.00," tambahnya.

Sebelumnya, ketinggian air di Bendungan Katulampa naik hingga 130 sentimeter akibat hujan yang turun sejak Minggu (20/7/2013) pukul 13.30. Ketinggian air turun setelah intensitas hujan berkurang.




Editor : Tjatur Wiharyo
















00.00 | 0 komentar | Read More

Transaksi Ganja di Bulan Puasa, Bandar dan Pembeli Diciduk

Written By komputer emanbelas on Senin, 15 Juli 2013 | 00.00





JAKARTA, KOMPAS.com - Bulan Ramadhan nampaknya tidak membuka pintu taubat bagi Ade Hirman dan Iksan Samsul. Keduanya tetap melaku kan transaksi narkotika jenis ganja. Akibatnya, keduanya pun diringkus oleh aparat kepolisian.


Kepala Unit II Satuan Narkoba Polres Metro Jaka rta Timur,AKP Lamser Parasibu mengungkapkan pertama pihaknya menangkap Ade di depan Mas jid Toledo Jalan Lapan Pasar Rebo, Jakarta Tim ur pada Jumat,12 Juli 2013 atas laporan warga.


"Dari tangan tersangka, ditemukan barang bukti satu bungkus koran berisi ganja seberat 100 gr am," ujarnya kepada Kompas.com, Minggu (14/7/2013) sore.


Setelah diinterogasi, Ade mengaku barang haram tersebut didapatnya dari seorang bandar bernama Iksan Samsul di Jalan Mekar Sari, Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Tidak menunggu waktu lama, aparat kepolisian pun melakukan cek lokasi itu. "Di rumah tersangka, kita menyita 14 bungkus besar berlakban warna coklat berisi daun ganja. Total beratnya ada 14 kilo gram," lanjut Lamser.


Kini, kedua tersangka pun meringkuk di ruang tahanan Polres Jakarta Timur sambil kepolisian melakukan pengembangan kasus narkotika itu. Keduanya diancam Pasal 111 ayat 1 dan Pasal 112 ayat 1 Undang-Undang No 23 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.


Kepala Subbagian Humas Polres Metro Jakarta Timur Komisaris Didik Haryadi mengimbau bagi seluruh warga agar menjaga kesucian bulan Ram adhan. Jika ada hal-hal yang mencurigakan dan diketahui warga, diimbau untuk segera melapor kepada aparat kepolisian untuk ditindaklanjuti.





Editor : Erlangga Djumena
















00.00 | 0 komentar | Read More

Mahfud MD Pertimbangkan Ikut Konvensi Capres

Written By komputer emanbelas on Senin, 08 Juli 2013 | 00.00






JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menyatakan tertarik mengikuti konvensi calon presiden dari partai mana pun. Saat ini posisinya sedang mempertimbangkan semua kemungkinan. "Ya, semua (konvensi partai). Saya kan juga tidak menyatakan tertarik, tapi tidak juga tidak tertarik. Ya, nunggu saja lah karena ada yang menyatakan Mahfud mulai ragu. Saya tidak pernah ragu, sejak awal sudah ragu dalam arti belum memutuskan," kata Mahfud di Jakarta, Minggu (7/7/2013).


Mahfud mengatakan, dirinya terbuka untuk dapat mengikuti konvensi partai mana pun. Hanya saja, menurut Mahfud, semua harus dipertimbangkan dengan matang, termasuk untuk mengikuti konvensi capres Partai Demokrat. Demikian pula dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), yang sempat melontarkan rencana menggelar konvensi untuk menjaring capres.


"Semua harus dihitung. Saya sedang menghitung secara cermat," katanya.


Sebelumnya, pria asal Madura itu mengaku telah melakukan komunikasi dengan semua partai. Komunikasi tersebut dilakukan untuk memetakan peluang bila nanti dirinya benar-benar memutuskan untuk maju sebagai capres atau cawapres.


"Saya sudah buka komunikasi (capres dan cawapres) dengan Golkar, Demokrat, PDI-P, dan semuanya," katanya.


Mahfud menjelaskan, komunikasi dilakukan langsung oleh semua elite partai yang ada. Hasil pertemuan itu akan ia olah untuk menghitung peluang serta dampak sebelum dirinya memutuskan maju sebagai capres atau cawapres.


Ia menjamin komunikasi dibuka secara obyektif dan dirinya menyadari tak ada satu figur pun yang sempurna. Plus dan minus tersebut nantinya akan diolah oleh tim Mahfud agar informasinya menjadi akurat.


Nama Mahfud MD selalu mengisi hasil survei capres atau cawapres dengan elektabilitas tinggi. Beberapa partai dikaitkan dengan Mahfud MD, salah satunya Partai Demokrat yang akan menjaring capres dan cawapresnya melalui bursa konvensi.


Selain Demokrat, Partai Golkar juga mengaku tertarik kepada Mahfud untuk menjadikannya sebagai pendamping Aburizal "Ical" Bakrie. Meski begitu, Mahfud belum memutuskan pilihannya, dan Partai Golkar pun masih ingin mempelajari sejumlah tokoh lain untuk mendampingi Ical.





Editor : Laksono Hari Wiwoho


















00.00 | 0 komentar | Read More

Jokowi Tak Mau Rayakan Ulang Tahun Jakarta di Gedung Mewah

Written By komputer emanbelas on Senin, 01 Juli 2013 | 00.00






JAKARTA, KOMPAS.com - Sebagian besar perayaan ulang tahun Jakarta yang ke-486 digelar di ruang terbuka yang terjangkau lagsung oleh masyarakat. Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, adalah konseptor di belakangnya. Pria yang akrab disapa Jokowi ini pun mengungkapkan alasan perayaan ulang tahun Jakarta tidak digelar di gedung-gedung mewah.

"Ultah Jakarta harus memberikan kegembiraan di masyarakat. Gak boleh dirayakan di gedung mewah. Harus dirayakan umum biar semua warga bisa menikmati," ucap Jokowi di sela acara Jakarnaval 2013, Minggu (30/6/2013) sore.

Menurut pria asal Solo itu, ulang tahun Jakarta harus membawa dan memberikan kegembiraan bagi warga Jakarta sehingga semua warga bisa menikmatinya. Jokowi sendiri mengaku senang dengan terselenggaranya Jakarnaval sebagai bagian dari perayaan ulang tahun DKI Jakarta.

Jokowi mengaku, acara karnaval yang melibatkan mahasiswa dan pelajar di Jakarta ini sudah disiapkan sejak 6-7 bulan lalu. Dia pun mengatakan bahwa acara ini akan digelar secara rutin setiap tahun dengan menjangkau lebih banyak peserta dan warga yang menyaksikan.  

"Yang penting acara ini melibatkan siswa, pelajar dan mahasiswa di Jakarta. Kalau saat ini yang terlibat kira-kira 500 orang, tahun depan diperkirakan 2.000 lebih. Dari daerah-daerah juga akan dilibatkan," tutur Jokowi.




Editor : Caroline Damanik




















00.00 | 0 komentar | Read More

Jokowi dan Basuki Bagi-bagi Tugas untuk Ziarah Makam

Written By komputer emanbelas on Senin, 24 Juni 2013 | 00.01





JAKARTA, KOMPAS.com — Dalam ziarah makam jelang HUT ke-486 Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bagi-bagi tugas. Jokowi ke TMP Kalibata, sementara Basuki ke makam Pangeran Wijaya Kusuma.


Dengan menggunakan pakaian seragam sadariah dibalut dengan sarung biru, Basuki tiba di pemakaman sekitar pukul 07.45 WIB. Basuki langsung disambut oleh Wali Kota Jakarta Barat Fatahillah. Basuki pun didapuk sebagai pemimpin upacara penghormatan ziarah Makam Pangeran Wijaya Kusuma.


Pria yang akrab disapa Ahok itu pun tampak khusuk saat berdoa di depan Makam Pangeran Wijaya Kusuma. "Kepada arwah Pangeran Wijaya Kusuma, beri hormat," kata Basuki seraya memimpin upacara di Makam Wijaya Kusuma, Tubagus Angke, Jakarta Barat, Kamis (20/6/2013).


Setelah berziarah dan tabur bunga ke makam Pangeran Wijaya Kusuma, Basuki atas nama Pemprov DKI memberikan santunan bagi juru kunci (kuncen) makam Pangeran Wijaya Kusuma, Hadidoyo (63). Kemudian, ia bersama Hadidoyo berkeliling menengok lingkungan makam Pangeran Wijaya Kusuma.


Pangeran Wijaya Kusuma merupakan seorang pejuang yang memperjuangkan Jakarta dari tangan pemerintahan VOC Belanda. Selain Basuki, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo juga berziarah ke Taman Makam Pahlawan Kalibata dan Pemakaman Karet Bivak.


Setelah berziarah di Makam Pangeran Wijaya Kusuma, Basuki pun langsung meluncur ke acara groundbreaking (peletakan batu pertama) pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) Daan Mogot, Jakarta Barat.





Editor : Ana Shofiana Syatiri


















00.01 | 0 komentar | Read More

Kopaja Vs Motor, Pengendara Motor Berhenti Mendadak

Written By komputer emanbelas on Senin, 06 Mei 2013 | 00.00





Kopaja Vs Motor, Pengendara Motor Berhenti Mendadak





Penulis : Alsadad Rudi | Minggu, 5 Mei 2013 | 22:24 WIB











JAKARTA, KOMPAS.com - Kecelakaan Kopaja 63 (Blok M-Depok) bernomor polisi B 7358 SA dengan sebuah RX King bernomor polisi B 6338 NF pada Minggu (5/5/2013) terjadi sekitar pukul 19.30 WIB di Jalan Raya Lenteng Agung. Penyebabnya pengendara sepeda motor yang berhenti mendadak.


Demikian disampaikan Kanit Laka Lantas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Sigit Purwanto yang mengatakan, baik Kopaja maupun RX King sama-sama datang dari arah Pasar Minggu menuju arah Depok.


"Yamaha RX King dengan Kopaja berjalan dari arah utara ke selatan tiba tiba kendaraan Yamaha RX King berhenti mendadak saat bersamaan bus kopaja kurang bisa menjaga jarak sehingga terjadi kecelakaan," kata Sigit melalui pesan singkatnya Minggu (5/5/2013) malam.


Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Jumlah korban luka-luka berjumlah 7 orang yang terdiri dari 4 orang luka ringan dan 3 luka berat yang saat ini dilarikan ke Rumah Sakit Tugu Ibu, Lenteng Agung, Jakarta Selatan.






Editor :


Erlangga Djumena














00.00 | 0 komentar | Read More

Lelang Jabatan, Camat Petahana Tak Merasa Tersaingi

Written By komputer emanbelas on Senin, 29 April 2013 | 00.00





Lelang Jabatan, Camat Petahana Tak Merasa Tersaingi





Penulis : Kurnia Sari Aziza | Minggu, 28 April 2013 | 20:41 WIB













JAKARTA, KOMPAS.com - Ratusan peserta tes online uji kompetensi bidang seleksi dan promosi terbuka jabatan atau biasa disebut lelang jabatan untuk camat, hari ini Minggu (28/4/2013) mengikuti tes online di delapan sekolah negeri di Ibu Kota. Tak hanya Pegawai Negeri Sipil (PNS) DKI yang mengikuti tes tersebut, camat definitif (masih menjabat) pun ikut bersaing untuk mempertahankan posisi prestisius mereka.


Camat Tambora Isnawa Adji yang telah menjabat selama dua tahun memuji terobosan terbaru ini. Ia mengaku tak merasa tersaingi dengan peserta lainnya. "Kalau semuanya ditangani Gubernur, buat apa ada lurah dan camat? Seleksi terbuka ini sekaligus untuk mencari camat dan lurah yang berkualitas," kata Adji, saat dihubungi wartawan, di Jakarta.


Adji yang pernah memperoleh penghargaan sebagai camat DKI berprestasi tahun 2012 mengaku selalu siap menerima penugasan di lokasi manapun jika berdasarkan hasil tes. Pengabdian, katanya, tidak memandang tempat.


Hal senada juga diungkapkan oleh Camat Kelapa Gading Jupan Royter. Jupan yang telah menjabat selama lima tahun mengaku tak merasa terancam dengan kebijakan seleksi terbuka itu. Sebaliknya, dia berpendapat, seleksi terbuka itu menjadi peluang PNS DKI untuk bersama-sama dapat merasakan bekerja di tingkat kelurahan dan kecamatan.


"Ini sangat positif dan membuka peluang yang sama bagi teman-teman lain yang belum berkecimpung di kelurahan dan kecamatan. Kita bisa uji kemampuan kita selama ini, kayak apa sih sebenarnya sekarang," kata Jupan.


Setelah mengikuti tes online uji kompetensi bidang, peserta yang lolos diwajibkan untuk mengikuti tes manajerial dan tes kesehatan. Nantinya hasil tes online akan diumumkan pada tanggal 2 Mei 2013 mendatang. Tes manajerial akan digelar selama lebih dari satu bulan yakni dari 6 Mei 2013 hingga 11 Juni 2013 mendatang. Tes akan dilakukan di dua tempat berbeda yakni di Balaikota DKI Jakarta dan Mabes Polri.


Sepuluh peserta terbaik akan dijaring untuk menjalani seleksi pengetahuan umum dan kepemimpinan. Lima orang yang lolos seleksi pengetahuan umum akan mengikuti seleksi visi dan misi. Mereka diwajibkan untuk menyiapkan makalah berisi visi-misi terhadap daerah yang akan dipimpinnya. Mereka juga akan melaksanakan tes psikologi, wawancara, dan uji publik. Hasilnya, tiga orang terbaik akan menjalani wawancara final dan satu orang akan menduduki jabatannya.

















00.00 | 0 komentar | Read More

Mayoritas Caleg Muda, Golkar DKI Optimistis Dulang Suara

Written By komputer emanbelas on Senin, 22 April 2013 | 00.00





Mayoritas Caleg Muda, Golkar DKI Optimistis Dulang Suara





Penulis : Alsadad Rudi | Minggu, 21 April 2013 | 22:45 WIB












JAKARTA, KOMPAS.com - DPD Partai Golkar DKI Jakarta menyertakan 80 persen politisi muda dalam DCS yang diserahkan ke KPUD DKI Jakarta pada Minggu (21/4/2013) sore.


Dengan banyak menyertakan politisi muda, Golkar DKI optimistis mampu mendulang 30 persen suara dari 106 kursi di DPRD DKI Jakarta pada pemilu legislatif tahun 2014 nanti.


"Justru kalau tidak berani memajukan generasi muda, Golkar tidak akan melihat terjadinya kaderisasi yang diharapkan terus berjalan dengan baik. Kita harus memikirkan perspektif generasi muda dalam membangun Kota Jakarta. Sudah waktunya kita berikan peluang kepada mereka berkecimpung dalam dunia politik. Kisaran umurnya 50 tahun ke bawah lah," kata Wakil Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta Ashraf Ali seusai penyerahan DCS di KPUD DKI Jakarta.


Selain itu, dari 106 nama bakal caleg yang diserahkan sebanyak 32 persen merupakan bakal caleg perempuan dan 30 persen untuk jatah politisi senior yang telah berkecimpung dan berjasa besar di partai berlambang pohon beringin itu. Golkar akan menempatkan rata-rata sebanyak 10 orang per setiap daerah pemilihan (dapil) di mana caleg akan dicalonkan.


"Caleg yang paling banyak ada di wilayah Jakarta Timur karena ada tiga dapil. Jadi ada 30 orang caleg di kawasan tersebut," jelas Ashraf yang juga Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD DKI Jakarta.


Adapun untuk proses penyerahan di KPUD DKI Jakarta, Golkar menjadi partai ketiga yang menyerahkan DCS setelah sebelumnya PKS telah menyerahkan DCS sejak Kamis (11/4/2013) dan Gerindra selang beberapa jam sebelum Golkar, yaitu pada Minggu (21/4/2013) siang. Proses penyerahan DCS yang mulai dibuka sejak Selasa (9/4/2013) akan ditutup pada Senin (22/4/2013).

















00.00 | 0 komentar | Read More

Pergoki Aksi Pencurian, Pekerja Salon Ditembak Pelaku

Written By komputer emanbelas on Senin, 15 April 2013 | 00.00





Pergoki Aksi Pencurian, Pekerja Salon Ditembak Pelaku





Penulis : Imanuel More | Minggu, 14 April 2013 | 17:37 WIB












JAKARTA, KOMPAS.com - Yudi (25), pekerja salon di Cilodong, Depok, menjadi korban penembakan. Peristiwa itu terjadi setelah dia memergoki dua pria yang tengah berupaya melarikan sepeda motor milik tamu salon.


"Korban (Yudi) mengalami luka tembak di kaki kanan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto melalui pesan singkat, Minggu (14/4/2013).


Rikwanto menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi di Salon Hatari, Jalan Jatimulya RT 03 RW 04, Kelurahan Kalimulya, Cilodong, Depok, sekitar pukul 11.00 WIB tadi. Yudi yang bekerja di salon tersebut menyaksikan dua pria tengah berupaya merusak kunci setang sepeda motor tamu salon.


Menyaksikan kejadian itu, Yudi langsung meneriaki kedua pelaku. Sayangnya, upaya Yudi justru dibalas tembakan oleh kedua pelaku sebelum keduanya melarikan diri dengan menggunakan motor matic. Adapun sepeda motor Honda CBR bernomor polisi F 3526 RN milik tamu salon dibiarkan begitu saja. "Kunci setang sudah sempat dirusak," kata Rikwanto.


Akibat penembakan, Yudi mengalami luka serius. Ia dilarikan ke RS Mitra Keluarga Depok untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara itu, para pelaku belum bisa diidentifikasi hingga sore ini.

















00.00 | 0 komentar | Read More

Bank DKI Minta Tambahan Dana Rp 1 Triliun dari Pemprov

Written By komputer emanbelas on Senin, 08 April 2013 | 00.00





Bank DKI Minta Tambahan Dana Rp 1 Triliun dari Pemprov





Penulis : Kurnia Sari Aziza | Minggu, 7 April 2013 | 22:16 WIB













JAKARTA, KOMPAS.com - Tahun ini Bank DKI menargetkan belanja modal sebesar Rp 1,35 triliun. Dana sebesar Rp 450 miliar yang merupakan Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) dari APBD DKI 2013 akan segera dicairkan bulan ini. Untuk menutupi sisanya yang mencapai Rp 1 triliun, Bank DKI akan mengajukan PMP kembali pada APBD Perubahan (APBD-P) DKI 2013.


Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono mengatakan, opsi tersebut paling mungkin dilakukan daripada mencari alternatif pendanaan lain, misalnya dengan menerbitkan obligasi atau surat utang. "Kami berharap Pemprov DKI bisa memberi kami PMP lagi yang bisa dipenuhi oleh APBD-P 2013 sebesar Rp 950 sampai Rp 1 triliun," kata Ekosaat ditemui di HUT ke-52 Bank DKI di GOR Soemantri Brodjonegoro Kuningan, Jakarta, Minggu (7/4/2013).


Apabila opsi itu tidak diterima oleh Pemprov DKI maupun DPRD DKI, Bank DKI akan mencoba opsi lain dengan melepas sebagian saham ke publik. Namun, Eko optimistis akan memperoleh PMP kembali dari DKI. Hal itu dikarenakan Bank DKI merupakan BUMD DKI dan penyumbang terbesar pendapatan asli daerah (PAD) DKI, yaitu sebesar 40 persen. Apalagi, deviden yang dibagikan kepada Pemprov DKI tahun lalu mencapai 50 persen dari total laba Rp 307 miliar.


"Kalau bisa PMP, ya akan tetap mengambil opsi itu atau kemungkinan mengajukan izin go public atau bisa kombinasi dari keduanya," ujarnya.


Tahun ini Bank DKI membutuhkan alokasi modal yang cukup besar untuk menuju bank umum berskala nasional sekaligus melakukan ekspansi usaha dengan membuka jaringan kantor di lima wilayah di Indonesia. Selain membuka usaha di Ibu Kota dan Surakarta, Bank DKI juga segera membuka cabang pada April ini di Bandung. Adapun tiga cabang lain akan dibuka di Palembang, Pekanbaru, dan Makassar.


Kepala Badan Penanaman Modal dan Promosi (BPMP) DKI Jakarta Catur Laswanto mengatakan, Pemprov DKI sudah menganggarkan dana PMP sebesar Rp 450 miliar kepada BUMD sektor perbankan tersebut. Sementara itu, terkait permohonan PMP Rp 1 triliun pada APBD-P masih akan dikaji kembali oleh DKI. "Kalau yang Rp 450 miliar memang sudah dianggarkan dalam APBD 2013. Kalau mau diajukan lagi, ya nanti kami bahas," kata Catur.


















00.00 | 0 komentar | Read More
Techie Blogger Techie Blogger