Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Chris John Langsung Berlatih di Singapura

Written By komputer emanbelas on Senin, 05 November 2012 | 00.44




Chris John Langsung Berlatih di Singapura





Senin, 5 November 2012 | 00:03 WIB












SEMARANG, Kompas.com -  Pemegang gelar Super Champion Chris John langsung menjalani latihan begitu tiba di Singapura untuk persiapan menghadapi penantangnya Chonlatarn Piriyapinyo, Jumat (9/11).
     
"Saya sampai Singapura jam 2 siang waktu setempat kemudian sore harinya langsung menjalani latihan meskipun hanya bersifat ringan," kata Chris John ketika dihubungi dari Semarang, Minggu malam.
     
Menurut petinju dengan rekor bertarung 47 kali menang (22 di antaranya dengan KO) dan dua kali seri tersebut, dirinya hanya menjalani latihan joging dan "shadow boxing" ringan.
     
Ketika ditanya rencana timbang badan, suami mantan atlet wushu Jateng, Anna Maria Megawati tersebut mengatakan, seharusnya acara timbang badan tersebut digelar Kamis (8/11) sore.
     
Chris John dan rombongan berangkat ke Singapura dari Jakarta pada Minggu pukul 11.00 WIB dan sampai di "Negeri Singa" pukul 14.00 waktu setempat.
     
Sebelumnya, satu bulan lebih, petinju dengan julukan The Dragon tersebut menjalani latihan di Jakarta dengan tiga mitra latih tanding, yaitu dua petinju dari Filipina dan satu petinju dari Australia.
     
Sebelum berlatih di Jakarta, Chris John juga menjalani latihan di Sasana Herry’s Gym di Perth, Auatralia, sekitar satu bulan di bawah asuhan pelatih sekaligus manajernya Craig Christian.
     
-Pertarungan melawan Chonlatarn mendatang merupakan pertarungan ke-17 dalam rangka mempertahankan gelarnya yang direbut sejak sembilan tahun lalu setelah menang atas petinju Panama Oscar Leon melalui pertarungan ad-interim di Bali, 26 September 2003.
     
Sementara itu, juara dunia kelas bulu IBO Daud Yordan yang juga akan bertarung mempertahankan gelar melawan petinju Inggris Choi Tseveenpurev dalam waktu yang sama juga langsung menjalani latihan ringan setibanya di Singapura.
     
"Ini saya baru selesai menjalani latihan meskipun hanya ringan sekadar untuk menjaga kebugaran tubuh," kata petinju dengan rekor bertarung 29 kali menang (23 di antaranya dengan KO) dan dua kali kalah tersebut.
     
Menurut petinju Sasana Kayong Utara Pontianak, Kalimantan Barat, tersebut, dirinya hanya joging dan latihan ringan lainnya.  "Saya tetap terus berlatih hingga menjelang pertarungan mendatang," katanya.
     
Untuk Daud Yordan, pertarungan melawan Choi mendatang merupakan pertama kali dalam rangka mempertahankan gelar setelah merebutnya setelah menang KO atas petinju Filipina, Lorenzo Villanueva di Singapura, 5 Mei 2012







Editor :


A. Tjahjo Sasongko















00.44 | 0 komentar | Read More

Mengenal Sosok Untung Radjab Lewat Buku


Launcing buku Untung S Radjab

Launcing buku Untung S Radjab (sumber: Istimewa)




"Di sisi lain kita belajar sebuah keteladanan dari seorang pemimpin."

Ahmad Bahar, penulis buku Untung S Radjab bertajuk, "Belajar Menertawakan Diri Sendiri", menilai Jenderal bintang dua itu merupakan dua sosok yang berbeda. Galak, namun penuh guyonan.

"Penulisan buku ini merupakan inisiatif saya. Kebetulan menurut saya, beliau merupakan sosok jenderal yang berbeda dengan jenderal-jenderal lain. Dia galak, kadang sering bentak-bentak, tapi kerap juga bercanda. Anehnya walau kadang sering marah, anak buahnya bukan takut tapi semakin dekat," ujar Ahmad usai launching buku "Belajar Menertawakan Diri Sendiri", di Gramedia Matraman, Jakarta Timur, hari ini.

Dikatakan Ahmad, buku itu diharapkan memberikan inspirasi kepada pembacanya untuk berkaca diri dan menghargai orang lain.

"Inti dari buku ini adalah, bahwa hidup itu harus bisa berkaca atau melihat diri sendiri sebelum menilai orang lain. Isinya bisa menjadi prinsip kehatian-hatian dan menghargai orang lain," tambahnya.

Ahmad mengatakan, isi buku ini lebih banyak mengangkat cerita konyol dan lucu. Kendati lucu, tapi sesungguhnya cerita ini menarik untuk dicermati dan teladani.

"Di sisi lain kita belajar sebuah keteladanan dari seorang pemimpin. Pemimpin yang galak, disiplin, lucu dan taat beragama," terangnya.

Menyoal apa kesulitan yang dihadapi dalam pembuatan buku, Ahmad menuturkan, hambatannya hanya masalah waktu.

"Kesulitannya hanya waktu saja. Kebetulan setahun ini beliau kerja luar biasa. Alhamdulillah, saya sudah kenal lama sehingga bisa menjalin komunikasi dengan mudah. Saya kebetulan sering nongkrong malam-malam sama beliau, sampai jam 01.00, sambil nyanyi-nyanyi dan ngobrol," terangnya.

Ahmad menyampaikan, kehadiran buku ini sekaligus sebagai hadiah ulang tahun Untung S Radjab.

"Kebetulan, penyelesaian buku itu pas tanggal 8 Oktober kemarin. Beliau tepat 68 tahun pada hari itu. Semoga buku ini bisa bermanfaat buat banyak orang," tandasnya.

00.15 | 0 komentar | Read More

Fitra: Aneh, DPR Bangun Pagar Rp 1 Miliar


JAKARTA, KOMPAS.com — Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) mengkritisi tiga proyek pembangunan di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang proses lelangnya dilakukan akhir tahun ini. Salah satu proyek tersebut adalah penggantian pagar batas Gedung DPR dengan Taman Ria sekitar Rp 1 miliar.


"Kalau penggantian pagar batas dengan Taman Ria sebesar Rp 1 miliar, tidak akan menjadi perhatian publik lantaran jauh dari pemandangan publik, tetapi terkesan aneh bila mau diganti saat ini. Pagar pembatas masih ada, tetapi kok mau diganti sih? Berarti DPR lagi kelebihan anggaran nih. Lebih baik membangun pagar pembatas daripada memberikan anggaran kepada rakyat yang miskin," kata Koordinator Investigasi dan Advokasi Fitra, Uchok Sky Khadafi, melalui siaran pers yang diterima wartawan, Minggu (4/11/2012).


Proyek lain yang juga dikritisi Fitra adalah renovasi toilet Gedung Nusantara I. Uchok mengatakan, publik akan menilai pengadaan proyek ini sangat tidak masuk akal.


Uchok mengatakan, renovasi toilet yang menelan anggaran hingga Rp 1,4 miliar lebih sangat sulit dipercaya.


Terlebih lagi, menurut dia, seharusnya biaya proyek bernama "renovasi" jauh lebih murah daripada pembangunan toilet baru.


"Masa renovasi sampai miliaran rupiah, memang semua toilet DPR rusak semua sehingga dibutuhkan anggaran bermiliar-miliar yang mengerus kas negara hanya untuk merenovasi toilet, yang kadang anggota dewannya ada di tempat, kadang entah ke mana penghuninya," ujarnya.


Proyek renovasi toilet ini, menurut Uchok, sempat ditolak masyarakat pada 2011 lalu. Dia mempertanyakan bagaimana mungkin anggota DPR dan Setjen DPR melupakan penolakan itu dengan tetap menggelar lelang pengerjaan proyek yang sama.


Uchok juga menyinggung penggunaan uang Rp 6,2 miliar untuk perbaikan ruang kerja anggota DPR di Gedung Nusantara I. Dia mengatakan, rakyat tidak butuh ruangan baru anggota DPR, melainkan kejujuran para wakil rakyat untuk membela kepentingan rakyat.


"Asyik ya, tidak dapat gedung baru, tetapi dapat ruangan baru walaupun anggaran bermiliar-miliar dihabiskan untuk ruangan baru tersebut. Seharusnya anggota DPR prihatin pada rakyat yang memilih mereka," ujarnya.













00.09 | 0 komentar | Read More

PGN Gandeng Shell Jajaki Potensi LNG




PGN Gandeng Shell Jajaki Potensi LNG





Penulis : Evy Rachmawati | Minggu, 4 November 2012 | 22:15 WIB













JAKARTA, KOMPAS.com - PT Shell Indonesia dan PT Perusahaan Gas Negara menandatangani nota kesepahaman untuk studi gas alam cair (LNG) di Indonesia. Kedua perusahaan menjajaki potensi pengembangan dan pengoperasian LNG skala kecil.


Nota kesepahaman ini mengatur kerjasama dan koordinasi diantara kedua belah pihak untuk melakukan studi kelayakan teknis dan ekonomis.


Studi ini akan menentukan kemungkinan operasi LNG berskala kecil yang mencakup antara lain, pencairan gas dan pengembangan mata rantai pasokan dengan memakai sumber gas lokal.


Penandatanganan nota kesepahaman ini dilakukan di sela kunjungan kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Inggris.


Acara penandatanganan disaksikan oleh Menteri Perdagangan dan Investasi Inggris Lord Green yang mewakili Pemerintah Inggris, sementara Pemerintah Indonesia diwakili oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik, Menteri Perindustrian M.S Hidajat dan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan.


Mewakili Shell untuk menandatangani nota kesepahaman tersebut adalah President Director & Country Chairman Shell Indonesia Darwin Silalahi, sementara PGN diwakili oleh Hendi Prio Santoso selaku Presiden Direktur & CEO PGN.


Shell saat ini merambah bisnis hilir dengan mendirikan 65 Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU) di Indonesia di Jabodetabek dan Surabaya.


Bekerja sama dengan mitra lokal, Shell membangun infrastruktur rantai pasokan bahan bakar di Indonesia. Tahun lalu, Shell kembali memasuki bisnis hulu di Indonesia - Shell menandatangani kesepakatan untuk menjadi mitra strategis Inpex yang mengoperasikan PSC Masela dalam pengelolaan lapangan gas Abadi.


Menurut Darwin, partisipasi Shell di lapangan Abadi mendukung strategi dalam pengembangan LNG dan Floating LNG (FLNG).


















00.02 | 0 komentar | Read More

Serena Terlalu Perkasa buat Sharapova

Written By komputer emanbelas on Senin, 29 Oktober 2012 | 00.44



WTA Championship


Serena Terlalu Perkasa buat Sharapova





Senin, 29 Oktober 2012 | 00:18 WIB













BULENT KILIC/AFP


Maria Sharapova belum mampu imnangi Serena Williams




TERKAIT:





ISTANBUL, Kompas.com - Petenis AS, Serena Williams tampil terlalu perkasa dan berhasil mengatasi petensi Rusia, Maria Sharapova di final WTA Championship, Minggu (28/10).

Di final yang berlangsung di Sinan Ordem Dome Istanbul ini, Serena mengalahkan Sharapova 6-4 6-3. Turnamen WTA Championship berhadiah 4.9 juta dolar AS dan diikuti para petenis puteri terbaik dunia.

Bagi Serena Willimas, tahun ini merupakan tahun gemilang. Sebelumnya petenis berusia 30 tahun ini menjuarai turnamen grand slam Wimbledon, merebut medali emas Olimpiade LOndon dan menjuarai turnamen AS Terbuka.

Kemenangan ini sekaligus juga membuat Serena unggul 10-2 atas Sharapova. Di turnamen WTA Championship ini, Serena diunggulkan di tempat ketiga, sementara Sharapova menjadi unggulan kedua.

Hasil pertandingan WTA Championship:

Tunggal: Serena Williams (USA x3)-Maria Sharapova (RUS x2) 6-4, 6-3
Ganda: Maria Kirilenko/Nadia Petrova (RUS)-Andrea Hlavackova/Lucie Hradecka (CZE) 6-1, 6-4







Editor :


A. Tjahjo Sasongko















00.44 | 0 komentar | Read More

Kolaborasi Iwan Fals dan SID Memukau Bali


Iwan Fals

Iwan Fals (sumber: JG Photo/Yudhi Sukma Wijaya)




Iwan Fals bersama rekan menyuguhkan 17 lagu hitsnya.

Penyanyi Iwan Fals berkolaborasi dengan grup band ternama Bali Superman is Dead (SID) tampil memukau di depan ribuan penggemar di Stadion Ngurah Rai Denpasar, Sabtu (27/10).

Usai berkolaborasi dengan SID yang membawakan tiga lagu berjudul "Air Mata Api", "Kemesraan" dan "Kuat Kita Bersama", Iwan Fals bersama rekan menyuguhkan 17 lagu hitsnya yang sudah tidak asing lagi di telinga para pengemarnya. Tanpa ada jeda, musisi kawakan tersebut menghentak dengan dua lagu berjudul "Garuda" dan "Hatta".

"Semeton sareng sami, punapi gatra (Saudara sekalian, bagaimana kabarnya?)," kata Iwan Fals dalam bahasa Bali, menyapa para penggemarnya usai membawakan dua buah lagu.

Sapaan tersebut langsung disambut dengan tepuk tangan dan sorak sorai ribuan penonton yang memadati konser yang diselenggarakan oleh Koperasi Ekonomi Rakyat Nusantara (Keran) tersebut.

Usai menyapa, legenda musik Tanah Air itu langsung menyuguhkan beberapa lagu terkenal, seperti "Oemar Bakrie" dan "Sarjana Muda".

Pada konser tersebut Iwan Fals berpesan kepada penonton supaya tidak turun ke jalan ketika melihat dan merasakan ketidakadilan. "Bongkar diri kita dulu, sebelum memprotes dan turun ke jalan. Baru setelah diri kita lebih baik, baru bongkar yang di luar sana," ujarnya yang dijawab gemuruh dan teriakan penonton.

Lagu andalan lainnya "Bongkar", "Bento" dan "Bunga Trotoar" membius dan membuat ribuan penggemar Iwan Fals ikut bernyanyi selama konser itu berlangsung.

00.15 | 0 komentar | Read More

Tiga Partai Keluarga Cendana Gugur di Tangan KPU





Tiga Partai Keluarga Cendana Gugur di Tangan KPU





Penulis : Aditya Revianur | Minggu, 28 Oktober 2012 | 22:13 WIB













aditya


Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan 16 Parpol lolos verifikasi administrasi. Keenambelas parpol tersebut masih harus menjalani verifikasi faktual untuk dapat bertanding di pemilu 2014. Sementara 18 parpol dinyatakan tidak lolos dan harus rela mengurungkan niat ikut serta di pemilu 2014.




TERKAIT:





JAKARTA, KOMPAS.com - Tiga partai yang dibina oleh keluarga Cendana tidak lolos verifikasi administrasi Komisi Pemilihan Umum (KPU). Ketiga partai itu adalah Partai Nasional Republik (Nasrep) yang dibina oleh Hutomo "Tommy" Mandala Putra Soeharto, Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) Siti Hardiyanti "Tutut" Rukmana dan Partai Karya Republik (Pakar) Ari Sigit Soeharto.


Dengan demikian, ketiga parpol itu dipastikan tidak mengikuti pemilu 2014. Sekretaris Jendral (Sekjen) Partai Nasrep Neneng A. Tuti mengatakan akan meminta keterangan KPU atas hasil tersebut. Pasalnya, Neneng beranggapan Nasrep telah memenuhi persyaratan yang diminta KPU.


"Kita (Nasrep) mau meminta penjelasan (KPU). Apa kekurangannya belum tau, padahal kita sudah memberikan yang terbaik. Perbaikan yang sempurna sudah kita berikan," kata Neneng di Jakarta, Minggu (28/10/2012) malam.


Neneng menambahkan, dalam peraturan partai baru dan lama, Nasrep jelas telah mencukupi kualifikasi sebagai parpol calon peserta pemilu 2014. Namun, partai yang dikomandani Tommy Soeharto tersebut akan melihat dengan seksama Peraturan KPU sebelum melayangkan nota protes.


Lebih jauh, dirinya melihat banyak partai kehilangan berkas di dalam tahapan verifikasi administrasi. Sebab itu, Nasrep akan melihat apakah tanda terima berkas sudah mencukupi. "Kita akan memberitahukan masalah ini ke MK dan KPU," tandasnya.


Sebagaimana diberitakan, 18 parpol dinyatakan tidak memenuhi syarat administrasi. Hal itu menyebabkan mereka tidak dapat berkiprah dalam pemilu 2014 mendatang. Dari 18 parpol tersebut, 3 parpol yang dibina keluarga Cendana dinyatakan tidak lolos. Selain 3 parpol keluarga Cendana, Partai Serikat Rakyat Independen yang mengusung Sri Mulyani juga dinyatakan tidak lolos KPU.

















00.09 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger