Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Aburizal: Belum Ada Partai Seusia Golkar

Written By komputer emanbelas on Senin, 12 November 2012 | 00.09




Partai Politik


Aburizal: Belum Ada Partai Seusia Golkar





Penulis : Dwi Bayu Radius | Minggu, 11 November 2012 | 23:16 WIB













PALANGKARAYA, KOMPAS.com -- Belum ada partai politik di Indonesia yang mampu bertahan selama Partai Golkar, sejak Orde Lama hingga saat ini. Partai Golkar akan berusia 50 tahun pada tahun 2014.


"Belum ada partai yang berusia hingga 50 tahun," ujar Ketua U mum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar Aburizal Bakrie, Minggu (11/11/2012) di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.


Aburisal mengungkapkan, Partai Golkar akan memiliki dokumen lengkap mengenai visi 100 tahun kemerdekaan Indonesia pada 2045. "Belum ada juga partai yang punya dokumen lengkap tentang visi negara seperti itu. Kami akan menawarkan Catur Sukses Pembangunan Nasional," katanya.


Intinya, visi itu terdiri dari pertumbuhan ekonomi tinggi, pemerataan pembangunan, stabilitas keamanan serta sosial politik, dan nasionalisme baru Indonesia.


Golkar akan menawarkan Catur Sukses Pembangunan Nasional untuk digunakan pada tahun 2014. Langkah itu seiring dengan keinginan Partai Golkar untuk memenangkan Pemilihan Umum Presiden. Aburizal yakin, visi tersebut dapat digunakan untuk masa 100 tahun.

















00.09 | 0 komentar | Read More

Pengelolaan Fiskal Indonesia Terlalu Konservatif




Pengelolaan Fiskal Indonesia Terlalu Konservatif





Penulis : Dwi Bayu Radius | Minggu, 11 November 2012 | 23:04 WIB












PALANGKARAYA, KOMPAS.com -- Pengelolaan fiskal Indonesia dinilai terlalu konservatif. Indonesia sebenarnya memiliki kesempatan lebih besar untuk maju jika fiskal tak dikelola dengan cara itu. Bila fiskal bisa dikelola lebih progresif, pembangunan infrastruktur akan lebih pesat.


Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar Aburizal Bakrie menuturkan, belum lama ini ia berkunjung ke Bandara Kuala Namu, Medan, Sumatera Utara. Pembangunan bandara hampir selesai namun jalan mulus menuju pusat kota belum dibangun. "Saat ditawarkan kepada swasta, tidak ada yang berminat karena payback period (periode pengembalian dana terlalu lama)," kata Aburizal, Minggu (11/11/2012) di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.


Kondisi itu merupakan contoh bahwa fiskal masih dikelola secara konservatif. Karena itu, pemerintah daerah setempat harus membangun infrastruktur.


"Saya meminta pengelolaan fiskal Indonesia tidak terlalu konservatif. Kalimantan Tengah juga membutuhkan pelabuhan dan rel kereta untuk mengekspor batubara," katanya.


Menurut dia, infrastruktur yang tak bisa dikerjakan swasta karena periode pengembalian dana terlalu lama harus dilakukan pemerintah.


"Pengelolaan fiskal harus lebih progresif namun sikap hati-hati harus tetap diperlukan untuk menjaga kestabilan ekonomi," ujarnya.


Aburizal mengemukakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia sekitar 6,5 persen per tahun dinilai belum cukup baik untuk menjadi negara maju sebelum tahun 2045. " Kalau tanpa pembangunan infrastruktur, tak mungkin ekonomi bisa tumbuh lebih dari enam persen pada tahun-tahun mendatang," paparnya.


















00.02 | 0 komentar | Read More

Pinang Ranti Rusuh, Polisi Siaga





Pinang Ranti Rusuh, Polisi Siaga





Penulis : Fabian Januarius Kuwado | Minggu, 11 November 2012 | 23:39 WIB












JAKARTA, KOMPAS.com - Kerusuhan antarkelompok warga terjadi di permukiman Jalan Nirbaya, RT 10 RW 03, Pinang Ranti, Jakarta Timur, Minggu (11/11/2012) malam. Dua truk aparat kepolisian dari Polres Jakarta Timur datang untuk mengamankan lokasi rusuh.


Berdasarkan pantauan Kompas.com di lapangan, situasi di permukiman tersebut masih mencekam. Petugas keamanan berseragam lengkap dan tameng datang sekitar pukul 22.45 WIB. Petugas kepolisian langsung berbaur dengan kelompok pemuda yang melakukan serangan. Sementara, beberapa petinggi Polisi dari Polres Jakarta Timur, tampak berkoordinasi dengan jajarannya untuk menghampiri kelompok yang diserang.


Tak berapa lama, Polisi pun berhasil masuk ke kelompok pemuda yang diserang untuk melakukan pendekatan persuasif. Untuk diketahui, dua kelompok yang berseteru terpisahkan ruas jalan. Kelompok penyerang, berada di Jalan Nirbaya, sementara kelompok yang diserang berada di sebuah rumah di Gang Agape, jalan kecil yang berada di Jalan Nirbaya. Meski dua truk petugas kepolisian telah datang mengamankan lokasi, kelompok pemuda yang menyerang masih siaga sambil masing-masing memegang batu, kayu dan senjata tajam jenis parang dan clurit.


Mereka masih tampak marah sambil berteriak mencaci maki kelompok lawan. "Mana tindakan tegas aparat? Kami sudah ada korban tapi mereka tidak ditangkap. Biar kami tangkap dan bakar mereka hidup-hidup," teriak salah satu kelompok penyerang.


Sesaat sebelum petugas kepolisian datang, salah satu kelompok pemuda menyerang sebuah rumah yang dihuni kelompok pemuda lainnya di gang Agape. Menggunakan senjata tajam, kayu, botol dan batu, kelompok itu menyerang dengan membabi buta. Belum diketahui jelas penyebab perseteruan itu.


Namun, informasi di lapangan menyebutkan, perseteruan dua kelompok pemuda itu terjadi setelah seorang anggota kelompok penyerang, membacok salah satu anggota kelompok yang diserang. Tak terima, kawan-kawan korban yang dibacok itu pun melakukan serangan balik.


Hingga kini, kondisi wilayah yang berada persis di belakang Terminal Pinang Ranti tersebut masih mencekam. Kasat Intel Polres Jakarta Timur, Wakasat Reskrim Polres Jakarta Timur serta Kapolsek Makasar tampak ikut berjaga di lokasi.

















00.00 | 0 komentar | Read More

Chris John Langsung Berlatih di Singapura

Written By komputer emanbelas on Senin, 05 November 2012 | 00.44




Chris John Langsung Berlatih di Singapura





Senin, 5 November 2012 | 00:03 WIB












SEMARANG, Kompas.com -  Pemegang gelar Super Champion Chris John langsung menjalani latihan begitu tiba di Singapura untuk persiapan menghadapi penantangnya Chonlatarn Piriyapinyo, Jumat (9/11).
     
"Saya sampai Singapura jam 2 siang waktu setempat kemudian sore harinya langsung menjalani latihan meskipun hanya bersifat ringan," kata Chris John ketika dihubungi dari Semarang, Minggu malam.
     
Menurut petinju dengan rekor bertarung 47 kali menang (22 di antaranya dengan KO) dan dua kali seri tersebut, dirinya hanya menjalani latihan joging dan "shadow boxing" ringan.
     
Ketika ditanya rencana timbang badan, suami mantan atlet wushu Jateng, Anna Maria Megawati tersebut mengatakan, seharusnya acara timbang badan tersebut digelar Kamis (8/11) sore.
     
Chris John dan rombongan berangkat ke Singapura dari Jakarta pada Minggu pukul 11.00 WIB dan sampai di "Negeri Singa" pukul 14.00 waktu setempat.
     
Sebelumnya, satu bulan lebih, petinju dengan julukan The Dragon tersebut menjalani latihan di Jakarta dengan tiga mitra latih tanding, yaitu dua petinju dari Filipina dan satu petinju dari Australia.
     
Sebelum berlatih di Jakarta, Chris John juga menjalani latihan di Sasana Herry’s Gym di Perth, Auatralia, sekitar satu bulan di bawah asuhan pelatih sekaligus manajernya Craig Christian.
     
-Pertarungan melawan Chonlatarn mendatang merupakan pertarungan ke-17 dalam rangka mempertahankan gelarnya yang direbut sejak sembilan tahun lalu setelah menang atas petinju Panama Oscar Leon melalui pertarungan ad-interim di Bali, 26 September 2003.
     
Sementara itu, juara dunia kelas bulu IBO Daud Yordan yang juga akan bertarung mempertahankan gelar melawan petinju Inggris Choi Tseveenpurev dalam waktu yang sama juga langsung menjalani latihan ringan setibanya di Singapura.
     
"Ini saya baru selesai menjalani latihan meskipun hanya ringan sekadar untuk menjaga kebugaran tubuh," kata petinju dengan rekor bertarung 29 kali menang (23 di antaranya dengan KO) dan dua kali kalah tersebut.
     
Menurut petinju Sasana Kayong Utara Pontianak, Kalimantan Barat, tersebut, dirinya hanya joging dan latihan ringan lainnya.  "Saya tetap terus berlatih hingga menjelang pertarungan mendatang," katanya.
     
Untuk Daud Yordan, pertarungan melawan Choi mendatang merupakan pertama kali dalam rangka mempertahankan gelar setelah merebutnya setelah menang KO atas petinju Filipina, Lorenzo Villanueva di Singapura, 5 Mei 2012







Editor :


A. Tjahjo Sasongko















00.44 | 0 komentar | Read More

Mengenal Sosok Untung Radjab Lewat Buku


Launcing buku Untung S Radjab

Launcing buku Untung S Radjab (sumber: Istimewa)




"Di sisi lain kita belajar sebuah keteladanan dari seorang pemimpin."

Ahmad Bahar, penulis buku Untung S Radjab bertajuk, "Belajar Menertawakan Diri Sendiri", menilai Jenderal bintang dua itu merupakan dua sosok yang berbeda. Galak, namun penuh guyonan.

"Penulisan buku ini merupakan inisiatif saya. Kebetulan menurut saya, beliau merupakan sosok jenderal yang berbeda dengan jenderal-jenderal lain. Dia galak, kadang sering bentak-bentak, tapi kerap juga bercanda. Anehnya walau kadang sering marah, anak buahnya bukan takut tapi semakin dekat," ujar Ahmad usai launching buku "Belajar Menertawakan Diri Sendiri", di Gramedia Matraman, Jakarta Timur, hari ini.

Dikatakan Ahmad, buku itu diharapkan memberikan inspirasi kepada pembacanya untuk berkaca diri dan menghargai orang lain.

"Inti dari buku ini adalah, bahwa hidup itu harus bisa berkaca atau melihat diri sendiri sebelum menilai orang lain. Isinya bisa menjadi prinsip kehatian-hatian dan menghargai orang lain," tambahnya.

Ahmad mengatakan, isi buku ini lebih banyak mengangkat cerita konyol dan lucu. Kendati lucu, tapi sesungguhnya cerita ini menarik untuk dicermati dan teladani.

"Di sisi lain kita belajar sebuah keteladanan dari seorang pemimpin. Pemimpin yang galak, disiplin, lucu dan taat beragama," terangnya.

Menyoal apa kesulitan yang dihadapi dalam pembuatan buku, Ahmad menuturkan, hambatannya hanya masalah waktu.

"Kesulitannya hanya waktu saja. Kebetulan setahun ini beliau kerja luar biasa. Alhamdulillah, saya sudah kenal lama sehingga bisa menjalin komunikasi dengan mudah. Saya kebetulan sering nongkrong malam-malam sama beliau, sampai jam 01.00, sambil nyanyi-nyanyi dan ngobrol," terangnya.

Ahmad menyampaikan, kehadiran buku ini sekaligus sebagai hadiah ulang tahun Untung S Radjab.

"Kebetulan, penyelesaian buku itu pas tanggal 8 Oktober kemarin. Beliau tepat 68 tahun pada hari itu. Semoga buku ini bisa bermanfaat buat banyak orang," tandasnya.

00.15 | 0 komentar | Read More

Fitra: Aneh, DPR Bangun Pagar Rp 1 Miliar


JAKARTA, KOMPAS.com — Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) mengkritisi tiga proyek pembangunan di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang proses lelangnya dilakukan akhir tahun ini. Salah satu proyek tersebut adalah penggantian pagar batas Gedung DPR dengan Taman Ria sekitar Rp 1 miliar.


"Kalau penggantian pagar batas dengan Taman Ria sebesar Rp 1 miliar, tidak akan menjadi perhatian publik lantaran jauh dari pemandangan publik, tetapi terkesan aneh bila mau diganti saat ini. Pagar pembatas masih ada, tetapi kok mau diganti sih? Berarti DPR lagi kelebihan anggaran nih. Lebih baik membangun pagar pembatas daripada memberikan anggaran kepada rakyat yang miskin," kata Koordinator Investigasi dan Advokasi Fitra, Uchok Sky Khadafi, melalui siaran pers yang diterima wartawan, Minggu (4/11/2012).


Proyek lain yang juga dikritisi Fitra adalah renovasi toilet Gedung Nusantara I. Uchok mengatakan, publik akan menilai pengadaan proyek ini sangat tidak masuk akal.


Uchok mengatakan, renovasi toilet yang menelan anggaran hingga Rp 1,4 miliar lebih sangat sulit dipercaya.


Terlebih lagi, menurut dia, seharusnya biaya proyek bernama "renovasi" jauh lebih murah daripada pembangunan toilet baru.


"Masa renovasi sampai miliaran rupiah, memang semua toilet DPR rusak semua sehingga dibutuhkan anggaran bermiliar-miliar yang mengerus kas negara hanya untuk merenovasi toilet, yang kadang anggota dewannya ada di tempat, kadang entah ke mana penghuninya," ujarnya.


Proyek renovasi toilet ini, menurut Uchok, sempat ditolak masyarakat pada 2011 lalu. Dia mempertanyakan bagaimana mungkin anggota DPR dan Setjen DPR melupakan penolakan itu dengan tetap menggelar lelang pengerjaan proyek yang sama.


Uchok juga menyinggung penggunaan uang Rp 6,2 miliar untuk perbaikan ruang kerja anggota DPR di Gedung Nusantara I. Dia mengatakan, rakyat tidak butuh ruangan baru anggota DPR, melainkan kejujuran para wakil rakyat untuk membela kepentingan rakyat.


"Asyik ya, tidak dapat gedung baru, tetapi dapat ruangan baru walaupun anggaran bermiliar-miliar dihabiskan untuk ruangan baru tersebut. Seharusnya anggota DPR prihatin pada rakyat yang memilih mereka," ujarnya.













00.09 | 0 komentar | Read More

PGN Gandeng Shell Jajaki Potensi LNG




PGN Gandeng Shell Jajaki Potensi LNG





Penulis : Evy Rachmawati | Minggu, 4 November 2012 | 22:15 WIB













JAKARTA, KOMPAS.com - PT Shell Indonesia dan PT Perusahaan Gas Negara menandatangani nota kesepahaman untuk studi gas alam cair (LNG) di Indonesia. Kedua perusahaan menjajaki potensi pengembangan dan pengoperasian LNG skala kecil.


Nota kesepahaman ini mengatur kerjasama dan koordinasi diantara kedua belah pihak untuk melakukan studi kelayakan teknis dan ekonomis.


Studi ini akan menentukan kemungkinan operasi LNG berskala kecil yang mencakup antara lain, pencairan gas dan pengembangan mata rantai pasokan dengan memakai sumber gas lokal.


Penandatanganan nota kesepahaman ini dilakukan di sela kunjungan kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Inggris.


Acara penandatanganan disaksikan oleh Menteri Perdagangan dan Investasi Inggris Lord Green yang mewakili Pemerintah Inggris, sementara Pemerintah Indonesia diwakili oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik, Menteri Perindustrian M.S Hidajat dan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan.


Mewakili Shell untuk menandatangani nota kesepahaman tersebut adalah President Director & Country Chairman Shell Indonesia Darwin Silalahi, sementara PGN diwakili oleh Hendi Prio Santoso selaku Presiden Direktur & CEO PGN.


Shell saat ini merambah bisnis hilir dengan mendirikan 65 Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU) di Indonesia di Jabodetabek dan Surabaya.


Bekerja sama dengan mitra lokal, Shell membangun infrastruktur rantai pasokan bahan bakar di Indonesia. Tahun lalu, Shell kembali memasuki bisnis hulu di Indonesia - Shell menandatangani kesepakatan untuk menjadi mitra strategis Inpex yang mengoperasikan PSC Masela dalam pengelolaan lapangan gas Abadi.


Menurut Darwin, partisipasi Shell di lapangan Abadi mendukung strategi dalam pengembangan LNG dan Floating LNG (FLNG).


















00.02 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger