Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Bellaetrix Bertemu Li Xuerui pada Babak Pertama China Masters

Written By komputer emanbelas on Senin, 09 September 2013 | 00.44




Tunggal putri Indonesia, Bellaetrix Manuputty (kanan), hendak menyalami Sandra-Maria Jensen dari Denmark, usai pertandingan babak pertama BWF World Championships atau Kejuaraan Dunia 2013 di Tian-He Indoor Gymnasium, Guangzhou, China, Selasa (6/8/2013). | BADMINTONINDONESIA.ORG








CHANGZHOU, KOMPAS.com - Tunggal putri Indonesia, Bellaetrix Manuputty, akan langsung menghadapi tantangan berat pada awal turnamen Adidas China Masters Superseries 2013 yang berlangsung di Changzhou, China, 10-15 September 2013. Bella akan menghadapi unggulan pertama asal China, Li Xuerui, pada babak pertama.

Bella tertinggal cukup jauh dalam rekor pertemuan dengan Li, yakni 0-4. Kali terakhir mereka bertemu, Bella kalah dengan rubber game 21-19, 18-21, 21-14, di Singapore Open 2013.

Pemain yang berada di urutan 28 dunia ini juga kurang beruntung pada penarikan undian turnamen sebelumnya. Bella langsung kalah saat bertemu unggulan kedua asal Taiwan, Tzu Ying Tai, pada babak pertama Chinese Taipei Open Grand Prix Gold (Taiwan GPG) 2013.

Bella adalah satu-satunya tunggal putri Indonesia yang terdaftar di China Masters. Rekannya di pelatnas, Linda Wenifanetri, yang kini berada pada peringkat 12 dunia, justru tak terdaftar.




Editor : Pipit Puspita Rini















00.44 | 0 komentar | Read More

Dijaga Ketat, Resepsi Pernikahan Bella Saphira dan Mayjen Agus Berlangsung Meriah


Jakarta - seusai menggelar acara pernikahan di Stabat, Langkat, Sumatera Utara, pada 30 Agustus 2013 lalu, kini giliran Jakarta menjadi tempat resepsi pernikahan antara Bella Saphira dan Mayjen Agus Surya Bakti. Bertempat di Balai Prajurit Sudirman, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (8/9) malam. Resepsi kedua pasangan tersebut digelar dengan pengawalan ketat dari Polisi Militer (PM) yang dibantu petugas dari Kepolisian.


Menurut Imam Besar Masjid Istiqlal, Ali Mustafa Yakub, di dalam gedung resepsi kedua pasangan pengantin baru itu terlihat begitu sumringah.


"Wajah Bella sumringah dan bahagia sekali. Sejak awal pas akad di Sumut, Bella sangat riang dan bahagia. Jadi, kita juga ikut bahagia," ungkap Ali Mustafa Yakub.


Lebih lanjut Ali belum dapat memastikan apakah keluarga Bella Saphira turut hadir dalam resepsi yang digelar meriah itu.


"Saya tidak tahu persis apakah orangtua Bella hadir atau tidak. Tapi, ada keluarganya kok. Di samping Bella itu semua keluarganya," lanjutnya.


Dalam kesempatan itu pula, Ali Mustafa Yakub memberikan ucapan selamat kepada Bella Saphira dan Mayjen Agus Surya Bakti.


"Kita doakan semua mudah-mudahan Bella diberi bagian-bagian yang lain dari pernikahannya, ya termasuk momongan, dan sakinah mawaddah warrahmah," tuturnya.


Dari acara resepsi pernikahan yang digelar tersebut terlihat beberapa pejabat dan tamu undangan yang hadir untuk memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai, di antaranya Menkopolkam Djoko Suyanto, Menpora Roy Suryo, Danjen Kopasus Mayjen Agus Sutomo, Letjen Marciano Norman, Jendral (Purn) AM Hendropiyono, dan beberapa pejabat lainnya.


Selain pejabat dan tamu undangan turut hadir pula tamu undangan dari kalangan selebritis seperti Anwar Fuadi, Alvin Adam, Diah Permatasari, Ageng Kiwi, Dea Mirella, Edies Adelia, Sarwana, serta ratusan undangan lainnya. Konsep pernikahannya sendiri dibuat romantis dengan dominasi bunga mawar merah, pink, dan putih. Hiasan gorden dibuat senada dengan ornamen pink, emas, dan salem.


00.15 | 0 komentar | Read More

Kuntoro dan 5 Tokoh Dunia dapat Doktor Honoris Causa






JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Unit Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) Kuntoro Mangkusubroto bersama lima tokoh dunia lainnya, mendapatkan  anugerah doktor honoris causa dari Universitas Northeastern di Boston, Masachussets, Amerika Serikat (AS).

Doktor kehormatan itu diberikan kepada Kuntoro sebagai mantan Kepala Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh dan Pulau Nias pada Mei lalu, tanpa publikasi. Waktu itu, Kuntoro dinilai memberikan kontribusi nyata lewat ilmunya ketika harus mengambil keputusan yang penting dan mendesak untuk pemulihan pasca-gempa bumi dan gelombang tsunami yang melanda Aceh dan Nias.

"Ya, saya memang mendapat penghargaaan sebagai doktor HC (honoris causa) di bidang engineering dalam pengambilan keputusan," kata Kuntoro saat dihubungi Kompas, Minggu (8/9/2013) malam ini.

Dari siaran pers yang diterima Kompas, akhir pekan ini, Universitas Northeastern menganugerahkan gelar doktor kehormatan kepada enam tokoh dunia. Dua di antaranya adalah Colin Powell, mantan Menteri Luar Negeri AS, dan Kuntoro Mangkusubroto.

"Dari enam tokoh yang mendapat gelar doktor HC, saya satu-satunya penerima yang bukan berasal dari AS," tambahnya.

Meski enghargaan itu bakal menambah daftar gelar doktor yang diterimanya selama ini, bagi Kuntoro, gelar bukanlah segalanya.

"Tetapi, yang penting adalah amalan dan penerapan dari ilmu pengetahuan itu sendiri," ujar Kuntoro.

Setelah mendapat gelar tersebut, alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) memberikan kuliah umum yang isinya tentang pengambilan keputusan saat ia menjadi Kepala BRR hingga menjadi Kepala UKP4. Judul makalahnya, “Managing Reform in Indonesia: From Tsunami Recovery to UKP4 – Decision Science in Practice”. Acara digelar akhir pekan ini di aula Gedung PLN Pusat. 




Editor : Inggried Dwi Wedhaswary
















00.10 | 0 komentar | Read More

BI Yakin Nilai Tukar Rupiah Membaik






JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah sudah menguat beberapa hari belakangan. Data per hari ini, nilai tukar berada di posisi Rp 9.929. Bank Indonesia (BI) yakin, rupiah terus akan menguat seiring dengan perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS).

"Meski ketidakpastian global masih tinggi, namun diperkirakan tekanan pada nilai tukar akan berkurang seiring dengan perbaikan ekonomi AS," jelas Direktur Departemen Komunikasi, Peter Jacobs, Jumat, (28/6/2013).

BI berharap, tingkat ekspor akan meningkat seiring perbaikan di negeri Paman Sam. Namun, untuk sementara ini, memang tekanan terhadap rupiah masih ada.

Oleh sebab itu, BI akan mementingkan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar, moneter, dan makro ekonomi nasional. Namun, BI tidak akan menetapkan angka nilai tukar rupiah untuk bertahan di level nominal tertentu.

BI pun akan mengorbankan cadangan devisa untuk menjaga posisi nilai tukar. Peter bilang, BI tak akan menetapkan angka psikologis cadangan devisa sebesar US$ 100 miliar. Namun ia mengaku tak tahu berapa posisi cadev akhir bulan ini. Pada Mei kemarin, cadev Indonesia sudah menurun ke posisi US$ 105,149 miliar dari sebelumnya US$ 107,269 miliar di bulan April.

Menurut BI, posisi cadev saat ini masih cukup untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. "Karena jauh di atas kebutuhan standar internasional," sebut Peter.

Kemudian, bank sentral ini melihat adanya total outflow yang terjadi sebagai uang panas. Ini pun menurutnya lazim, melihat situasi perekonomian yang tidak pasti. Peter menyatakan posisi outflow sekarang cenderung menurun dan membuat nilai tukar Rupiah relatif stabil.

Untuk itu, BI juga berusaha untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas di pasar. Terlebih, adanya peningkatan kebutuhan valas untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi keuntungan korporasi. Peningkatan ini umum terjadi di periode akhir bulan dan akhir semester.(Annisa Aninditya Wibawa)




Editor : Bambang Priyo Jatmiko













00.02 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger